SHARE

METROPOLITAN.ID | Meski sudah dicanangkan bahwa Indonesia dalam status darurat narkoba, peredaran psikotropika
dan ekstasi masih menggila. Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 5 juta jiwa atau sekitar 2,2 persen tercatat aktif menjadi pecandu narkoba. Sabu dan ekstasi ternyata barang haram
yang paling diburu para pecandu.
DIREKTUR Advokasi BNN Yunis Farida Oktoris mengatakan, tahun lalu barang haram seperti heroin dan ganja merupakan barang favorit yang dikonsumsi masyarakat. Namun yang paling menonjol saat ini adalah barang haram seperti sabu dan ekstasi. Padahal, efek kedua jenis narkotika itu sangat berbahaya atau bisa dibilang mematikan.
“Kami tidak mengerti kenapa barang mahal itu masih marak dikonsumsi pecandu narkoba,” kata Farida usai mengikuti rapat pembahasan Kampanye Stop Darurat Narkoba di Kantor BNNK Bogor, kemarin.
Farida menjelaskan, dikatakan darurat narkoba karena angka penyalahgunaannya telah mencapai 5 juta penduduk. Belum lagi, Indonesia merupakan negara yang terbuka lebar untuk dimasuki barang haram serta pangsa pasar yang menggiurkan dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Ditambah penegakan hukum yang belum mampu membuat para pelaku jera.
Untuk itu, Farida mengajak masyarakat Kabupaten Bogor dapat mencegah semaksimal mungkin peredaran narkoba di wilayahnya sendiri. “Seluruh Indonesia bakal diadakan serempak penyuluhan, sosialisasi serta kampanye stop narkoba,” katanya.
Meski begitu, ia belum mengetahui angka pasti urutan pengguna narkoba Indonesia di lingkup ASEAN. Sebab, jika dilihat jumlah penduduk Indonesia sudah besar dibanding negara tetangga. Wajar jika persentase jumlahnya lebih besar ketimbang negara lain.
“Bandingkan dengan Singapura, masyarakatnya lebih sedikit dari kita. Maka untuk melihat berapa angka pastinya itu sulit. Yang pasti, Presiden Joko Widodo sudah mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Bachtiar Hasanudin Tambunan berharap kegiatan me-launching stop narkoba ini sampai ke telinga masyarakat Kabupaten Bogor atau seluruh Indonesia. “Kami ingin masyarakat mengerti dan berpartisipasi dalam memberantas penyalahgunaan narkoba,” singkatnya. (rez/c/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY