News, Sport and Lifestyle

13 Saksi Diperiksa Terkait Pembunuhan AKBP Marthin Mairuhu di Maluku

METROPOLITAN.ID | Ambon –  Sebanyak 13 saksi telah diperiksa tim penyidik Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau (Pp) Lease terkait kasus pembacokan yang menewaskan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Polda Maluku AKBP Marthin Mairuhu.Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Meity Jacobus mengatakan, para saksi masih diperiksa intensif, di antaranya Brigadir Polisi Marvin Haliwela, anggota Denma Polda Maluku yang diduga turut terlibat dalam aksi kekerasan itu.“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya, saat dihubungi SP, Kamis (7/1).
Oknum Rivano Haliwela, yang diduga keras sebagai pelaku pembacokan, statusnya juga masih sebagai saksi.Menurut Meity Jacobus, proses pemeriksaan masih dilakukan dan masih banyak saksi yang akan diperiksa.
Marthin Mairuhu tewas setelah dibacok dengan parang, Minggu (3/1) malam, di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).Menurut saksi mata, korban dibacok oleh Rivano Haliwela (29). Saat itu, korban tengah menghadiri pesta ulang tahun di Keluarga Samuel Kembauw.Rivano yang mengemudikan mobil Kijang Innova berwarna hitam bernomor polisi DE 1886 memutar mobilnya di depan rumah Samuel Kambauw, sam­bil menginjak gas berulangkali sehingga menimbulkan kebisingan.Marthin Mairuhu merasa terganggu dengan bunyi gas mobil tersebut, dan keluar menegur Rivano. Rivano tak terima ditegur, sehingga terlibat pertengkaran mulut dengan korban.Marthin Mairuhu pun langsung menghajar Rivano, dan setelah itu ia pulang ke rumahnya.Sementara kakak Rivano, Brigadir Polisi Marvin Haliwela, anggota Denma Polda Ma­luku, yang mengetahui adik­nya, dipukul langsung ke rumah Samuel Kem­bauw untuk menanyakan ke­jadian tersebut.Marvin sempat berkoordi­nasi dengan korban, dan me­mintanya untuk berbicara di luar rumah. Ternyata di depan rumah Kembauw sudah ter­jadi konsentrasi massa, dan tiba-tiba terjadi aksi saling se­rang antara sekelompok war­ga Suli dengan sekelompok warga yang menghadiri pesta ulang tahun di rumah Kembauw, yang juga pegawai Dinas Pariwisata Maluku itu.Sementara huru hara berlangsung, dimanfaatkan oleh Rivano Hali­wela mencari Marthin Mairuhu. Begitu menemukan Marthin Mairuhu, Rivano langsung memarang korban. Korban sempat dilarikan ke rumah Sakit Otto Kuyk, Passo oleh warga setempat, namun nyawanya tidak tertolong.Salah satu warga Suli lain­nya, Johanis Salampessy juga meng­alami luka pada pelipis mata kiri akibat dihajar massa. Rumah keluarga Samuel Kem­bauw juga mengalami keru­sakan. Kaca jendela pecah aki­bat terkena lemparan.Kapolda Maluku Brigjen Pol Murad Ismail menyatakan, jika Brigpol Marvin Haliwela terbukti terlibat kasus itu, bis saja dipecat dari kepolisian.“Harus diusut tuntas, pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Kapolda.(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *