SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Sebanyak 16 pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor mendapatkan gelar tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya sebagai pegawai yang memiliki moto ’Ikhlas Beramal’. Penganugerahan tersebut diberikan dari Presiden Joko Widodo pada peringatan HAB ke-70 di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, kemarin.
Bupati Bogor Nurhayanti saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Kementerian Agama telah melakukan percepatan reformasi birokrasi yang menghasilkan peningkatan kinerja cukup signifikan. Di antaranya telah menerapkan audit kinerja, meningkatkan akuntabilitas publik, menata kedisiplinan pegawai, mencegah potensi terjadinya korupsi serta mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi.
“Semua langkah dan upaya reformasi birokrasi bukan hanya untuk meminimalisasi penyimpangan dan malpraktik birokrasi, tapi sekaligus menciptakan lingkungan positif bagi setiap orang untuk berkarya dan berprestasi sesuai bidang dan kompetensinya,” katanya.
Nurhayanti menjelaskan, birokrasi dituntut berpikir out of the box melakukan perubahan guna meraih kebaikan dan kemaslahatan yang lebih luas. Karena itu, institusi yang membawa nama agama dan orientasi kerja sebagai pejabat dan aparatur Kementerian Agama harus mencerminkan kemuliaan.
“Pejabat dan aparatur Kementerian Agama harus bisa dijadikan teladan dan contoh tentang kejujuran, sikap amanah, karakter serta berperilaku baik di tengah masyarakat, di mana antara kata dan perbuatan harus sejalan,” jelasnya.
Ia menuturkan, salah satu masalah sosial yang sedang dihadapi bangsa adalah rapuhnya ketahanan keluarga yang terlihat dari tingginya angka perceraian. Diharapkan, Program Kursus Pranikah bermitra dengan organisasi masyarakat seperti Badan Penasihat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian (BP4). “Kualitas keluarga menentukan kualitas bangsa, maka harus segera disosialisasikan,” ujarnya.
Ia berharap keluarga besar Kementerian Agama memupuk idealisme dan semangat kerja, mengasah modal intelektual, kepekaan sosial, memperkokoh persaudaraan serta penghayatan spirit ’Ikhlas Beramal’ sebagai landasan keluhuran bekerja. “Terima kasih kepada segenap mitra Kementerian Agama atas segala dukungan dan kerjasamanya dalam menyukseskan program pembangunan bidang agama,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Cibinong Suhendra mengatakan, dalam revoluasi mental ada tiga yang harus dijalankan, seperti integritas, etos kerja serta gotong-royong. “Integritas merupakan kesatuan pikiran, hati serta tindakan. Bukan hanya omongan, integritas harus dilaksanakan,” katanya.
Ia menambahkan, revolusi mental sangat berpengaruh terhadap etos kerja, dalam hal ini berkaitan dengan disiplin dan sifat gotong-royong yang mesti dikembangkan. “Budaya kerja, integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab serta keteladanan harus dikedepankan,” ujarnya.
Sementara itu, penghargaan simbolis Satya Lancana Karya Satya diberikan kepada pegawai yang mengabdikan diri di Kemenag selama 10, 20 dan 30 tahun lebih, termasuk siswa berprestasi.
“Saya merasa bangga dan terima kasih kepada pemerintah terutama Presiden Jokowi yang telah menganugerahkan kepada saya. Tidak terasa 30 tahun masih banyak pengabdian yang harus dilaksanakan,” tuturnya.(rez/b/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY