News, Sport and Lifestyle

2 Atlet Lokal bakal Mendunia

METROPOLITAN.ID – Pebalap sepeda BMX Indonesia Elga Kharisma Novanda dan Toni Syarifudin, masih perlu tambahan poin untuk bisa lolos Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) saat ini tengah mempersiapkan keduanya untuk bisa tampil di kejuaraan tingkat dunia.
Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 44 dengan perolehan 290 poin, sedangkan Toni berada di urutan 82 dengan perolehan 195 poin.
Pada kategori pengumpulan poin negara, Elga bersama tim putri Indonesia dalam ranking kualifikasi Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) berada di peringkat 26, sementara Toni bersama tim putra berada di peringkat 21.
Ketua Bidang BMX PB ISSI yang sekaligus pelatih Elga dan Toni, Dadang Haries Purnomo mengatakan, Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah poin agar bisa lolos ke Olimpiade. Indonesia harus masuk paling tidak 13 besar dunia. Untuk diketahui, hanya 13 negara teratas dalam daftar ranking dunia yang bisa lolos ke Rio, sementara tiga peringkat di bawahnya berhak mengirimkan wakilnya ke Olimpiade dengan skema tripartite invitation.
Dengan waktu pengumpulan poin yang tersisa lima bulan lagi, PB ISSI pun sudah menyiapkan sejumlah strategi guna mencapai target tersebut. Selain berencana menggelar enam ajang perlombaan BMX level C1 di tiga kota yaitu Banyuwangi, Yogyakarta dan Siak, mereka juga mengikuti beberapa even perlombaan C1 di luar negeri.
”Untuk even di Indonesia, kami masih menunggu dari UCI. Khusus Elga dan Toni, kami juga akan mengikutkan mereka dalam tiga seri Piala Dunia yang berlangsung di Santiago Del Esterro, Argentina pada Maret, di Manchester, Inggris pada 18-19 April dan Papendal, Belanda pada 9-10 Mei,” kata Dadang.
Pada akhir Mei 2016, Toni dan Elga juga akan diikutkan dalam Kejuaraan Dunia BMX di Medellin, Kolombia pada 23-29 Mei 2016. ”Ini bisa mendongkrak ranking juga karena poin yang diperebutkan di kejuaraan ini lebih besar,” ungkap Dadang.
Tak hanya dari segi kesiapan atletnya, Dadang juga sudah menyampaikan secara informal kepada Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk melancarkan administrasi guna keberangkatan ke even dunia nanti.
”Secara informal, kami sudah sampaikan ini tapi kami akan terus konsolidasi mempersiapkan even serta mengajukan proposal,” ucapnya.
Terkait anggaran, Dadang belum bisa mengungkapkan secara detail, namun dia sudah menyiapkan strategi khusus guna menekan anggaran jika memang tidak bisa terakomodir semua.
”Salah satu cara yang bisa ditempuh menggunakan mobil van, jadi kita bisa tinggal di sana tanpa harus ada biaya tempat tinggal lagi, itu jauh lebih murah. Rata-rata pebalap profesional banyak yang menggunakan cara itu. BMX sangat mepet waktunya dari Mei ke Agustus, sehingga harus ada terobosan, yang jelas kami berharap bisa lancar semua,” pungkasnya. (de/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *