News, Sport and Lifestyle

2016, Depok Diharapkan Jadi Kota Tanpa Sampah

METROPOLITAN.ID | Depok – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail berharap Depok bisa menjadi Kota Zero Wasteatau tidak ada sampah pada tahun 2016. Hal ini, dikatakan Nur Mahmudi, sejalan dengan tindakan nyata dalam memulai dan menindaklanjuti pola pengelolaan sampah sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2008. “Jika Indonesia menghendaki sampah bersih Tahun 2020, Kota Depok berharap Tahun 2016 bisa Zero Waste”, ujar Nur Mahmudi di Balaikota Depok, Selasa (5/1). Untuk mempercepat proses penerapan sistem pengelolaan sampah di Kota Depok dilakukan melalui pemilahan sampah organik di rumah tangga dengan menggunakan sistem penampungan ember dan pemilahan sampah anorganik melalui Bank Sampah. Percepatan penanganan sampah, lanjut Nur Mahmudi, juga dilakukan dengan membentuk Tim Teknis Percepatan Penanganan Sampah yang bertugas membentuk minimal satu unit Bank Sampah dan satu lokasi titik kumpul sampah organik (Sistem Ember) serta wajib memonitoring dan melaporkan progress pelaksanaan penerapan sitem pengelolaan persampahan. “Unit Pengolahan Sampah (UPS) merupakan bagian kecil dari penanganan sampah organik. Bank Sampah untuk proses recycle dimana sampah masih bisa dimanfaatkan. Selanjutnya sampah B3 harus secara sempurna lagi untuk diarahkan di dalam sistem pengelolaan sampah yang sudah dibangun. Selain itu, sampah residu kita harapkan digunakan sebagai bahan bakar untuk energy atau waste to energy,” papar Nur Mahmudi. Sementara itu untuk wilayah kecamatan dan kelurahan yang dilalui sungai, kali dan situ yang terdata sebanyak 42 kelurahan di 8 Kecamatan. Ditargetkan sampai dengan paling lambat tanggal 15 Januari 2016 telah menerapkan Sistem Pengelolaan Sampah sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014. “Ini tindak lanjut dari workshop yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian beberapa waktu lalu. Sebelumnya kami juga telah melakukan sosialisasi di Hotel Bumi Wiyata kepada Camat, Danramil, Polsek dan stakeholder. Kami kembali melibatkan lagi kelurahan, kecamatan dan masyarakat agar dalam mingu-minggu ini siap mendeklarasikan pemilahan sampah berbasis masyarakat dengan komitmen tidak sedikitpun warga membuang sampah ke sungai, perairan setu dan sebagainya,” ujar Nur. Menurut rencana, Deklarasi Depok Memilah akan berlangsung pada 17 Februari mendatang.(bs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *