News, Sport and Lifestyle

256 Nyawa Melayang Selama Libur Natal dan Tahun Baru

METROPOLITAN.ID | Solo, Jawa Tengah – Sebanyak 256 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik libur Natal dan tahun baru ini. Jumlah korban tersebut terhitung mulai 24 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 yang terpantau Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Menurut Korlantas Polri, Irjen Condro Kirono saat meninjau pelaksanaan arus balik di Stasiun Solo Balapan, Minggu (03/01/2016), menyebut angka kecelakaan tersebut cukup tinggi meski dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan. “Dengan korban 236 orang meninggal, angka kecelakaan ini masih cukup tinggi meskipun menurun dibanding tahun lalu,” ujarnya. Polri, kata Irjen Condro Kirono terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu-lintas. Diantaranya melarang kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang ke tempat-tempat wisata. “Mobil bak terbuka yang mengangkut penumpang ke tempat wisata, agar dihentikan karena sangat membahayakan. Itu satu kecelakaan korbannya bisa 30 orang,” tegasnya.

Hari Minggu (03/01) diprediksi menjadi puncak arus balik lantaran libur Natal dan Tahun Baru serta liburan sekolah. Untuk memastikan kelancaran arus balik, Kakorlantas berkeliling ke sejumlah daerah. Di Solo, Irjen Condro Kirono mengjungi Stasiun Kereta Api Balapan dan Terminal BUs Tirtonadi. Di Terminal Bus Tirtonadi, Condro menyempatkan melakukan pengecekan terhadap armada bus. Dia meminta para pemilik perusahaan otobus agar menyiapkan kendaraan yang laik jalan. Dia juga berpesan agar pihak terkait seperti Dinas Perhubungan melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kru dan armada bus. Pada kesempatan itu, Kakorlantas juga mengimbau agar pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi merencanakan perjalanan dengan baik serta memantau rute perjalanan sebelum berangkat. Hal itu agar tidak terjadi kemacetan panjang seperti arus mudik libur Natal dan Tahun Baru, akhir bulan lalu. “Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi harus merencanakan perjalanan. Walaupun sudah ada pembatasan angkutan barang kecuali sembako, BBM, dan ekspor impor, namun rute-rute perjalanan harus terus dimonitor melalui berbagai media, aplikasi. Dipersiapkan betul-betul,” kata dia.

Perencanaan perjalanan bagi pemudik kendaraan pribadi itu, lanjur Kakorlantas, juga untuk mengindari arus balik secara bersamaan dengan kendaraan umum seperti bus. Mengingat di Terminal Tirtonadi, kenaikan penumpang arus balik naik sebesar 15 persen. Angka itu terlihat dari penumpang yang sudah membeli tiket. Disinggung potensi kemacetan arus balik, Kakorlantas memperkirakan kemacetan terjadi di Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di pintu masuk Tol Pejagan. Mengantisipasi kemacetan, Polri sudah menyiapkan pos-pos pengamanan di sepanjang rute arus balik yang merupakan bagian dari Operasi Lilin. Usai meninjau Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan, Kakorlantas bersama rombongan kemudian melakukan perjalanan dengan kereta api dari Stasiun Balapan menuju Purwokerto. Setelah itu, melalui jalur darat, Kakorlantas bakal meninjau sejumlah titik potensi kemacetan di Tol Pejagan Brebes, lanjut Tol Palikanci, Tol Cipali, Tol Cikopo hingga kemudian kembali ke Jakarta.(BERSAT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *