News, Sport and Lifestyle

28 Persen Anggaran 2015 tak Terserap

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya kembali mengingatkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoreksi dan mengevaluasi serapan anggaran 2015. Hal itu disampaikan Bima Arya dalam kegiatan Briefing Staff di Bogor Green Room Balaikota, kemarin.
Berdasarkan laporan per Desember 2015, serapan anggaran kegiatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyentuh angka 60,36 persen. Laporan terbaru berdasarkan SP2D yang disampaikan BPKAD, penyerapan anggaran telah mencapai 72,48 persen. Atau setidaknya 27,52 atau dibulatkan 28 persen anggaran untuk pembangunan masyarakat tak terserap dengan baik.
Bima menyampaikan serapan anggaran 2015 masih menjadi pembahasan agar menjadi evaluasi. “Hal ini penting agar kita tahu berapa kegiatan yang terealisasi dan berapa anggaran yang terserap. Demikian pula dengan berapa yang tidak terealisasi dan apa penyebabnya secara makro,” ujarnya.
Selain sebagai pembanding dengan tahun sebelumnya, tambah Bima, evaluasi tersebut juga sebagai pembanding dengan daerah lain.
Saat ditemui Metropolitan di DPRD Kota Bogor, Bima juga sempat menyinggung hal ini. Menurut Bima, penyebab tidak terserapnya anggaran segera dievaluasi dengan memanggil kepala dinas terkait yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
”Kita akan panggil seluruh pimpinan SKPD untuk duduk bersama dan mengevaluasi berbagai hal yang mengganggu penyerapan anggaran,” katanya.
Setelah melakukan rapat koordinasi, Bima Arya akan mengungkapkan penyebab dan strategi meningkatkan daya serap anggaran dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ekonomi warga.
Sedangkan soal rencana rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, pihaknya tengah mematangkannya. ”Semua sedang dievaluasi dan sedang dipelajari dari beberapa catatan pada 2015 lalu. Tapi saya lihat saat ini capaian yang cukup baik adalah DKP, karena ada indikator pembangunan taman dan peraihan sertifikat Adipura,” jelasnya.
Untuk program pada 2016 ini, Bima akan fokus merealisasikan enam skala prioritas, di antaranya penataan transportasi, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), pengelolahan sampah, Kota Sejuta Taman, pengentasan kemiskinan dan reformasi birokrasi. Selain itu, Bima juga akan bekerja sama dengan media lokal untuk menginformasikan penggunaan anggaran 2016. (*/ram/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *