SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Kabar adanya uang pelicin di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dalam memuluskan proses pengangkatan kepala sekolah (kepsek) masih diselidiki.Kemarin, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Dace Supriyadi menerima surat pemanggilan atas dirinya terkait masalah dugaan pungli yang menyeret anak buahnya. Dace dan 40 kepala UPT lainnya pun akan disidang Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor atas beredarnya kabar tersebut. Saat dikonfirmasi, Dace sendiri mengaku tidak masalah dengan pemanggilan tersebut. Ia juga memastikan seluruh kepala UPT akan hadir memenuhi panggilan Komisi IV. “Kalau mereka tidak datang akan saya beri sanksi. Jangan cuma saya yang disalahkan, kepala UPT juga harus meyakinkan bahwa permasalahan ini tidak benar,” ujarnya.Menurut dia, kabar tentang adanya pungli bukan kali pertama terjadi. Sayangnya, hingga saat ini kabar tersebut belum pernah dibuktikan kebenarannya. Untuk itu, ia meminta pihak yang merasa dirugikan atas kasus tersebut melapor dengan membawa bukti. “Kalau tidak ada bukti kan sama saja fitnah. Makanya kami akan tunggu,” jelasnya. Ia juga mengaku tak segan-segan mencopot jabatan oknum di instansinya yang nekat memungut proses pengangkatan kepsek. “Kami akan copot jabatannya dan memproses lebih lanjut kalau memang itu terbukti,” tegasnya. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pendidikan Abidin Said mengimbau kepala UPT bersikap terbuka atas proses yang terjadi di lapangan. Sebab, UPT merupakan kepanjangan tangan disdik.“Saya sudah meminta klarifikasi ini langsung ke kadisdik dan beliau bilang ini tidak benar. Saya minta aparat bawahan ini membantu pembenahan yang diusung kadisdik,” ujarnya.Abidin pun mendukung langkah pemecatan terhadap oknum di UPT maupun kepsek yang terbukti melakukan perbuatan curang dalam proses pengangkatan kepsek. “Ya memang sudah seharusnya dipecat,” tuturnya. Sedangkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa mengaku akan melaporkan kasus dugaan pungli itu kepada Bupati Bogor Nurhayanti. Ia sendiri tidak menampik bila di dapilnya, Kecamatan Parung, permasalahan pungli sudah menjadi rahasia umum. Sayangnya, belum ada bukti kuat untuk menindak oknum tersebut. “Saya juga pernah dengar ada pungli. Kami akan selidiki. Itu sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan. Setelah pemanggilan, kami akan buat laporan untuk ditindaklanjuti bupati,” tegasnya.Seperti diketahui, dugaan pungli itu awalnya terungkap ketika sejumlah kepsek dimutasi dari jabatannya menjadi guru. Lantaran kecewa, banyak dari mereka yang akhirnya membuka tabiat buruk oknum yang ada di UPT. Termasuk adanya pungli yang berkisar antara Rp10-50 juta untuk menjadi kepala sekolah.(rez/c/feb/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY