SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Polisi belum bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan sampel lambung, hati dan empedu korban Wayan Mirna Salimin (28), di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dapat selesai. Belum dapat dipastikan juga, apakah ada kandungan zat sianida di dalam kopi korban.”Kami tidak bisa menentukan berapa hari selesai. Itu bergantung item yang diperiksa,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak.Dikatakan Musyafak, belum bisa dipastikan apa zat yang terkandung di dalam kopi yang diminum korban Mirna. Termasuk, apakah benar itu zat sianida.”Saya katakan, kalau itu zat sianida ada di situ belum tentu. Tidak bisa dikatakan demikian, karena hasilnya belum jadi. Sebaiknya adalah mengandung zat yang sifatnya korosif yang menyebabkan kerusakan mukosa dalam lambung sehingga dalam autopsi ada tanda-tanda pendarahan,” ungkapnya.Ia menyampaikan, sianida itu merupakan zat yang sangat berbahaya. Bisa berbentuk cair, padat dan gas.”Kalau memang benar itu sianida, cukup cepat membuat kematian. Karena kalau memang terminum atau termakan itu akan segera terjadi difusi dengan cepat. Memblock O2 yang dipakai sel-sel. Tapi bergantung dari dosisnya. Kalau sedikit, gejala tetap ada. Tapi ini kalau benar zat sianida itu ada ya. Saya belum bisa memastikannya,” katanya.Senada, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti pun menyampaikan hasil Puslabfor belum keluar. Sehingga, penyidik belum bisa memastikan penyebab kematian korban.”Belum. Nanti tunggu surat resmi. Itu zat di dalam kan perlu diverifikasi, dites tidak cuma sekali. Kami menunggu hasil yang pasti atau resmi dari Labfor,” tandasnya(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY