News, Sport and Lifestyle

6.000 Pengembang Belum Serahkan Fasos Fasum ke Pemprov DKI

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Kabag Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Bambang Joko mengatakan sekitar 6.000 pengembang tercatat belum menyerahkan kewajibannya berupa lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) kepada Pemprov DKI Jakarta. Sebagian besar pengembang belum menyerahkan fasos fasum tersebut dengan berbagai alasan.

“Masih ada sekitar 6.000 pengembang yang belum menyerahkan kewajiban. Kami akan terus menagihnya,” kata Bambang, Minggu (10/1).

Bambang menyebutkan, alasan pengembang yang belum menyerahkan fasos dan fasum di antaranya alasan peta bidang tanah belum selesai masih dalam pengurusan di kantor BPN. Bahkan ada yang beralasan sertifikat masih di bank.

“Dari 6.000 SIPPT yang harus ditagih, sebagian besar alamatnya tidak jelas. Saat ditemui pada alamat yang dimaksud dalam SIPPT, ternyata tidak ada nama tersebut,” kata Bambang seperti dilansir laman berita resmi Pemprov DKI Jakarta.

Meski begitu, Tim Pengendali dan Pengawasan Pembangunan Wilayah (TP3W) Jakarta Barat berhasil menagih lahan fasos dan fasum seluas 10 hektare dari sejumlah pengembang.

Lahan fasos fasum yang berhasil ditagih merupakan kewajiban pengembang yang harus diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta sesuai SIPPT.

“Fasos fasum yang ditagih berupa lahan kosong seluas 10 hektare dari beberapa pengembang besar di beberapa lokasi,” kata Bambang.

Sekadar diketahui TP3W Jakarta Barat akan terus melakukan penagihan dengan memanggil para pengembang. Hal ini sesuai dengan SK Gubernur DKI Jakarta No 41 Tahun 2001 tentang tata cara pemanggilan bagi pemegang SIPPT untuk menyerahkan Fasos Fasum kepada Pemprov DKI Jakarta.(Bs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *