News, Sport and Lifestyle

6.000 Warga Bogor Jadi Korban Asap

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Gangguan pernapasan masih menjadi permasalahan bagi warga Kabupaten Bogor. Pembakaran kapur yang merajalela menjadi penyebab tercemarnya udara di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea. Akibatnya, enam ribu warga harus mengalami masalah pernapasan. Kepala Desa Benteng Faka Harika mengatakan, ada tiga wilayah rukun warga yang terkena dampak asap paling parah di antaranya RW 01, 03 serta 06 di Kampung Gedong Sawah dan Gedong Temi. “Di sana ada sekitar 6.000 jiwa. Mereka sering mengeluhkan asap akibat aktivitas pembakaran kapur. Tapi kami pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak,” kata Faka. Aktivitas pembakaran kapur di Kecamatan Ciampea, sudah berlangsung puluhan tahun oleh warga Desa Ciampea. Namun, pencemaran baru dirasakan empat tahun terakhir sejak pengolah batu kapur mengganti bahan bakar. “Dulu sejak masih menggunakan kayu atau serbuk gergaji, asapnya tidak separah sekarang. Tapi saat ini mereka sudah mengganti bahan bakar dengan ban mobil bekas. Asapnya pekat dan bau,” ungkap Faka.Akibatnya, banyak warga yang mengeluh masalah pernapasan. Saat ini aparatur desa bersama puskesmas setempat sedang mendata warga yang terpapar asap pembakaran kapur. “Yang mengeluhkan sakit pernafasan, banyak. Jumlahnya masih didata,” kata dia. Masalah pencemaran asap ini, lanjut Faka, sudah beberapa kali dibahas di Kantor Kecamatan Ciampea dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun belum ada kelanjutannya.Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup segera memberikan solusi. Tidak menunggu adanya korban jiwa akibat asap pembakaran kapur tersebut. (rez/a/met/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *