SHARE

METROPOLITAN.ID – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kini membuat masyarakat resah. Sebab, banyak orang hilang diduga direkrut ormas ini. Salah satunya dr Rica dan bayinya Zafran Alif Wicaksono yang menghilang selama dua minggu. Dokter cantik ini diduga ikut bergabung dalam organisasi yang berdiri pada tahun 2012 itu dan akhirnya ditemukan. Berikut ini tips agar terhindar dari Gafatar:
Kuasai Dasar Agama
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan, Gafatar menyasar orang-orang berpendidikan tinggi ”Gerakan-gerakan semacam ini kan sasarannya para kaum-kaum eksekutif yang tertarik belajar agama tapi mereka tak mempunyai dasar pengetahuan yang cukup,” kata Cholil.

Jangan Galau
Pengamat Intelejen Wawan Heri Purwanto mengatakan, salah satu pintu masuk aliran ini dengan cara mendekati orang-orang yang sedang bermasalah atau galau. Hal itu dimanfaatkan mereka sebagai cara untuk mengumpulkan donasi.

Jangan EkstrEm
dan Radikal
Ketum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan Gafatar harus diwaspadai. Gerakan tersebut tidak boleh sampai membahayakan bagi umat Islam maupun NKRI. Said mengimbau seluruh warga NU untuk menjauhi gerakan yang ekstrem dan radikal. NU sendiri rutin memberi pengarahan ke nahdliyin.

Saling Melaporkan
Masyarakat diimbau melaporkan anggota keluarga atau orang sekitar lingkungannya hilang atau tak ada kabarnya.  ”Jika ada bukan hanya anak istri keluarga ada gelagat-gelagat yang mengkhawatirkan mencurigakan ya harus selalu dilaporkan,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Pahami Pancasila
dan Empat Pilar
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan pentingnya pendidikan Pancasila agar terhindar dari Gafatar. ”Pancasila itu harus diakui. Kita sekarang dengan pengalaman itu, kita perbaiki pemahaman bangsa ini. Pelan-pelan dan pasti mulai dari pola dasar secara bertahap. Setahun, dua tahun,” ujar Ryamizard.

Belajar Agama Jangan Sepotong-sepotong
Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pemuka agama berperan aktif memberikan pencerahan bagi masyarakat. ”Harus belajar tentang agama yang lebih luas. Nanti kalau sepotong-potong menjadi seperti itu,” kata Soekarwo.(de/er)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY