Ada Isu, Atribut Paguyuban Bogor Mau Dibakar…

by -

METROPOLITAN.ID – Tahapan seleksi calon direktur utama Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) telah usai. Beredar kabar jika Walikota Bogor Bima Arya sudah memilih orang terdekatnya dari luar Bogor yang juga ikut seleksi untuk mengelola bus TransPakuan. Hal ini pun memancing reaksi keras dari berbagai kalangan. Hingga berkembang isu bahwa akan ada pembakaran atribut lembaga Paguyuban Bogor yang Bima dirikan. Paguyuban Bogor adalah mesin politik saat Bima Arya mencalonkan sabagai Walikota Bogor periode 2014-2019.
Sumber Metropolitan mengatakan, saat didirikan Paguyuban Bogor berfungsi sebagai tempat tim sukses Bima bekerja dalam memuluskan perebutan kursi orang nomor satu di Kota Hujan ini. Melalui beberapa kegiatan yang ditelurkan, Bima berhasil merenggut hati anak muda agar memilihnya.
Seiring perjalanan ketika Bima duduk di kursi empuk Walikota Bogor, lembaga ini perlahan mulai ditinggalkan. Puncaknya, saat pemilihan direktur utama PDJT, Bima lebih memilih orang dari luar Bogor ketimbang putra daerah yang telah membantunya di Paguyuban Bogor. Alhasil, sebagai bentuk rasa emosi lantaran tidak diakomodir, ada oknum yang berwacana bakal membakar atribut Paguyuban Bogor.
Bima, kata sumber, tidak belajar dari pengalaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terlalu baik hati mengakomodir semua tim sukses dari luar partai politik untuk masuk dalam berbagai lembaga negara. Yang terakhir, Jokowi mengangkat pemimpin redaksi harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat untuk menduduki jabatan baru sebagai Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.
Peristiwa itu dan hal serupa yang sebelumnya juga sempat terjadi, mengundang komentar miring dari sejumlah elemen masyarakat. Sebab, penunjukan tim sukses sebagai pemimpin sebuah lembaga penting bakal menghilangkan sikap profesionalitas dalam bekerja. “Terlebih yang ditunjuk adalah orang dekat yang belum tentu mempunyai kompetensi,” kata sumber.
Di bagian lain, aksi penolakan bos TransPakuan yang bukan dari Bogor kian nyata. Kemarin, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Siliwangi (GMS) menggelar demonstrasi di depan gerbang kantor Bima Arya. Dalam aksinya, mereka menegaskan jika ada informasi yang mengatakan bahwa Bima telah memilih seorang teman dekatnya untuk menjadi calon direktur utama PDJT. Sialnya, orang tersebut bukan asli Bogor.
Ketua GMS, Muhamad Rusdi Kamal mengatakan, di tengah kondisi PDJT yang saat ini sedang kolep, harus ada calon direktur yang benar-benar memahami permasalahan transportasi, khususnya di Kota Bogor. Hal ini agar setiap permasalahan dapat diselesaikan. “Kalau bukan orang Bogor, mana mungkin direkturnya bisa menyelesaikan masalah transportasi,” ujarnya saat berorasi.
GMS menggelar unjuk rasa di depan Balaikota Bogor dari pukul 14:30 WIB. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan ’Tolak Direktur PDJT dari Luar Kota Bogor’. Sementara itu, menanggapi adanya gelombang penolakan direktur utama PDJT dari luar Bogor, tak membuat Bima Arya gentar. Karena menurut Bima, calon direktur nantinya harus mempunyai kapasitas dalam mengelola transportasi yang ada di Kota Bogor.
“Yang jelas orang terpilih nanti harus yang mempunyai kualitas,” katanya. Bima pun enggan berkomentar banyak terkait sedakan agar calon direktur PDJT ini berasal dari luar Bogor. “Lihat saja hari Rabu, nanti kita sekalian lantik direktur yang baru,” paparnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *