News, Sport and Lifestyle

Agama Mampu Menjadi Benteng Antikorupsi

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Korupsi puluhan miliar saat ini masih dianggap sebagai lahan bisnis bagi sebagian orang. Hal itu tak mengherankan karena meski dihukum, mereka masih berpeluang untuk hidup bermewah-mewahan.“Korupsi Rp25 miliar misalnya, Rp10 miliar disimpan di luar negeri, Rp15 miliar dalam negeri, bayar pengacara dan penegak hukum, hukuman sama, terus keluar bebas, masih punya Rp10 miliar,” ujar mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (19/1/2016).Abdullah menduga, 70 persen oknum pegawai negeri sipil (PNS) terlibat kasus korupsi. Hal itu didasari dengan banyaknya PNS yang hidup bermewah-mewah dengan gaji standar.“Saya tahu persis berapa sih gaji PNS itu, mungkin enggak memiliki barang mewah? Ya pasti dari hasil korupsi,” tukasnya.Menurutnya, perlu perbaikan hubungan vertikal, horizontal dan diagonal untuk mencegah terjadinya korupsi. Vertikal dengan memperkuat nilai agama, horizontal yakni menjalin perilaku bersih sesama manusia, serta diagonal yakni hubungan manusia dengan sesama.“Ketiganya harus berjalan bersama. Pikiran melahirkan tindakan, memunculkan karakter, hingga menentukan nasib,” tegasnya.Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menekankan pentingnya transformasi ajaran agama ke perilaku sosial. Jika agama berhasil bertranformasi ke perilaku sosial maka akan efektif mencegah korupsi.“Itulah arti penting agama dalam pencegahan korupsi secara nyata,” tuturnya(okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *