SHARE

METROPOLITAN.ID – Aksinya bermain Yo-Yo tentu sangat memanjakan mata.  Kegemarannya bermain Yo-Yo berawal saat melihat rekannya memainkan Yo-Yo. Rasa penasaran­nya tergugah. Ia pun berusaha memiliki sebuah Yo-Yo dan mulai menekuni permainan yang banyak dilakukan kaum pria.
Harga Yo-Yo bervariatif, mulai dari Yo-Yo plastik seharga Rp170.000,  Yo-Yo bahan metal Rp250.000 hingga Yo-Yo berbahan titanium sebesar Rp8 juta lebih.
Namun dari semua Yo-Yo berjenis Factory DV 888 seharga Rp450.000, menjadi pilihan pertama baginya untuk belajar.   Walaupun harus merogoh kocek dari kantong pribadinya, hal itu tidak masalah.
Kesulitan seolah tiada henti saat berlatih. Namun dengan tekun dan sabar, sejengkal demi sejengkal keterampilan mem­permain­kan Yoyo nya terus mengalami kemajuan. Lambat laun, muncul kese­larasan antara Yoyo dengan kedua tangannya. Bermacam gerakan yang sulit memainkan Yoyo, berhasil dikuasai dengan mudah.
“Kalau ngak suka, pasti bolen duluan. Namun kalau dilakukan dengan senang hati beda ceritanya. Kemampuan terus berkembang,” kata mahasiswi semster tujuh Jurusan Ilmu Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Alma mengaku, dirinya mulai bersentuhan dengan permainan Yoyo di semester pertama, atau tiga tahun lalu.
Dalam kurun waktu itu, tanpa jengah terus mem­pelajari trik-trik baru dalam bermain Yoyo. Saat dilom­bakan, kemam­puan­nya mem­per­mainkan Yoyo menyabet penghargaan tingkat nasional. “Daspet juara 3 di kejuaraan Yo-Yo Nasional. Kebanyakan cowok, tapi semoga nanti dikejuaraan berikutnya bisa jadi juara satu,” ucap pe­rempuan berkerudung itu bertekad.
Dicerityakan Alma, di luarsejumlah pertandingan, ia mengisi waktunya untuk memperkenalkan permainan Yoyo ke masyarakat luas. Me­ngenalkan permainan Yo-Yo menjadi tujuan utama bagi­nya. “Banyak pelajaran berharga dalam permainan Yoyo,” beber anak pertama dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin, menutup obrolan. (rez/b/dik)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY