SHARE

METROPOLITAN.ID | Kendal – Aksi Nur Abidin alias Belis (30) dan Mustaghfirin alias Kecret (35) dua dari tiga preman kampung yang kerap meresahkan warga Patebon, Kabupaten Kendal iniakhirnya terhenti setelah dicokok Satreskrim Polres Kendal.Kedua preman yang mengaku sebagai warga Desa Pesawahan, Patebon itu diangkut ke Mapolres saat keduanya tengah asyik menikmati minuman keras (miras) yang dibelinya dari uang hasil memalak.Kepada polisi, Belis mengaku awalnya dia meminta secara baik-baik pada korban, namun korban yang dipalaknya tak mau memberikan permintaan pelaku.“Saya minta dengan baik-baik tapi tak diberikan. Saya lantas jengkel dan saya pukuli mukanya sebanyak 15 kali,” terang Belis pada pewarta saat gelar perkara, Rabu (13/1).Setelah saya pukuli, lanjut Belis, barulah korban memberikan uang sebesar Rp 80 ribu dan juga menyerahkan ponsel miliknya yang bermerek Lenovo.“Handphonenya saya jual pada seorang penadah dan dibeli sebesar Rp 300 ribu. Sedangkan uangnya telah habis buat beli miras,” imbuh pelaku.Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Fiernando Ardiansyah mengatakan kedua pelaku ditangkap atas laporan korban, sedangkan seorang pelaku lainnya sedang diburu pihaknya.“Kedua pelaku dijerat Pasal 170 dan 168 tentang Pengeroyokan dan Penganiayaan dan diancam dengan hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Belis ternyata pernah menghuni di Lembaga Pemasyarakatan dalam kasus curat, curas, dan pemerasan,” kata Fiernando.(KRM)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY