SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Inisiatif pengumpulan dana santunan untuk keluarga korban teror di Thamrin, Jakarta, hadir di layanan KitaBisa.com.

Kampanye itu bisa dilihat di laman bertajuk, “Santunan Publik untuk Korban Bom Thamrin.” Kampanye tersebut diinisiasi oleh Dompet Dhuafa, lembaga nirlaba yang akrab dengan aktivitas penyaluran zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf.

Dana solidaritas itu dikhususkan untuk membantu keluarga Rais Karna (37), karyawan Bangkok Bank yang menjadi korban aksi teror, pada Kamis kelabu (14/1/2016).

Pria yang bekerja sebagai office boy di Bangkok Bank itu, merupakan satu dari tiga korban sipil, dalam serangan di kawasan Thamrin. Korban lainnya adalah Rico Hermawan, dan seorang warga Kanada, Amir Quali Tamer.

Rais sempat koma selama dua hari, setelah menderita luka tembak di bagian kepala, dalam aksi teror itu. Ia mengembuskan napas terakhir, Sabtu malam (16/1), di Rumah Sakit Abdi Mulyo, Jakarta Pusat.

Dia meninggalkan seorang istri, Laili Herlina, serta dua orang anak yakni Siti Ataya Ramadhani (5), dan Keyanu Aprilia (2).

Tempo.co memuat sekilas profil Rais, dengan mengutip pernyataan adik kandungnya, Eva Fauziah (17). Eva menyebut kakaknya sebagai tulang punggung keluarga, setelah ayah mereka meninggal dunia 15 tahun silam.

“Semua biaya kebutuhan Ibu dan saya ditanggungnya,” ucap Eva. Ia pun mengenang Rais sebagai sosok yang berbakti kepada sang ibu dan bertanggung jawab.

Hal senada juga disampaikan ibunda Rais, Neneng Ernawati. “Terpukul benar hati saya, dia tulang punggung saya … Bukan terpukul lagi, dipukul hati saya,” kata dia sambil terisak, dalam acara Mata Najwa di Metro Tv.

Air mata belum lagi kering. Cobaan lain menimpa keluarga Rais. Beberapa hari terakhir, beredar kabar bahwa keluarga mendiang hendak diusir dari kontrakan yang mereka tempati. Namun, belakangan keluarga mengaku masalah ini telah selesai.

“Kami ikhlas, semuanya sudah selesai, tidak ada masalah apa-apa lagi, termasuk kontrakan,” ujar istri Rais, Laili, dilansir Kompas.com (21/1).

Latar belakang macam itulah yang melatari kampanye penggalangan dana daring (online) ini. Hingga artikel ini ditulis (22/1), dana yang terkumpul sekitar Rp61 juta.

Angka itu telah melewati target awal kampanye, Rp50 juta. Kini, target kampanye dinaikkan menjadi Rp100 juta, dengan menyisakan sembilan hari waktu kampanye.

Adapun Dompet Dhuafa menyebut bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, yaitu:

  1. Santunan bagi keluarga almarhum
  2. Beasiswa untuk anak almarhum
  3. Biaya sewa kontrakan
  4. Modal usaha

Di media sosial, laman kampanye itu terbilang sering dibagikan. Berikut di antaranya.(beritagar.id)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY