News, Sport and Lifestyle

Aku Butuh Suami Bukan Mantan

METROPOLITAN.ID – Bertahun-tahun berumah tangga membuatku tersiksa dengan perlakuan suami yang acuh tak acuh dan cuek, bahkan kepada anak sendiri. Berulang kali kami bertengkar tapi dia tak juga berubah. Sampai suatu ketika, aku bertemu dengan mantan pacar di masa gadis dulu. Darinya kutemukan juga perhatian yang selama ini kuimpikan.

Sebut saja namaku Dian, aku tinggal di kota yang menurutku lumayan metropolitan. Kisahku berawal dari tahun pertama pernikahanku dengan suami yang sangat sibuk bersama teman-teman dan segala macam urusan kantornya.
Saat itu kami sudah punya bayi laki-laki. Dengan segala kelebihan dan kekuranganku, kurawat bayiku sendirian tanpa bantuan suami. Waktu itu kami masih tinggal seatap dengan mertua karena suamiku tidak mau pindah dengan segudang alasan.
Tahun ketiga kami punya bayi lagi, tapi sikap suamiku belum juga berubah, dia selalu menyibukkan diri setiap hari. Karena tak tahan, aku jadi sering pulang ke rumah orang tuaku di kampung. Dia pun selalu berjanji akan berubah sewaktu aku kembali yang membuat kami akhirnya bersama lagi.
Di tahun kelima pernikahanku, aku merasa senang ketika kami sudah punya rumah sendiri, tapi gelagat suamiku belum juga berubah. Pernah dia ngamuk dan memukulku ketika aku memintanya sekadar menjaga anak. Akibat kekejamannya badanku sering memar-memar karena pukulannya.
Aku benar-benar tidak tahan dengan perlakuannya, akhirnya aku mencari kegiatan dengan menjadi tenaga pengajar di sebuah TK. Di situ aku mulai terbiasa menerima kelakuannya karena banyak kegiatan yang membuatku lupa akan kisah pahitku.
Lewat kecanggihan teknologi, aku bertemu mantanku di Facebook. Aku jadi sering curhat dengannya tentang masalah rumah tanggaku. Mungkin karena itulah timbul benih-benih cinta yang dulu pernah ada. Bagaimana tidak, perhatiannya seratus kali lipat dari suamiku.
Dia selalu menelponku setiap hari sekadar menanyakan kabarku dan anak-anakku. Perhatiannya pun kusambut dengan suka-cita. Aku benar-benar lupa kalau aku sudah bersuami.
Sebagai wanita normal, perhatian seperti inilah yang sungguh kuinginkan dari seorang suami, suamilah yang harus memberikannya bukan orang lain. Entah bagaimana caraku menghilangkan perasaan ini dari mantanku yang begitu perhatian, sementara aku masih istri orang.
Sejujurnya aku bingung dengan dilema ini, di satu sisi aku tidak boleh berhubungan dengan pria lain tapi di sisi lain keinginan untuk mendapat perhatian dan kasih sayang sangat besar kuharapkan. Apa yang harus aku lakukan? (*/yok/run)

Seperti diceritakan
kawan Dian ke ceritacurhat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *