News, Sport and Lifestyle

Anak Dilecehkan, sang Ibu Tuntut Keadilan

METROPOLITAN.ID | Depok— Kasus pelecehan seksual kembali dialami oleh seorang remaja perempuan. Berawal dari perkenalan di dunia maya melalui situs jejaring sosial Facebook. FS (17), seorang remaja putri anak seorang pengusaha diduga diperkosa oleh seorang pria berinisial MT (30) yang dikenalnya lewat media sosial itu.Keduanya memang berlatarbelakang dari keluarga berada dan sempat tinggal di Amerika Serikat. FS yang tinggal di apartemen di Jakarta Pusat, berkenalan dengan MT yang bertempat tinggal di Pakubuwono, Jakarta Selatan pada 2012.Mereka beberapa kali bertemu dan terjadi pelecehan seksual hingga persetubuhan. Namun ibu korban, Norah, tidak terima karena anaknya juga dicekoki narkoba dan minuman keras.”Anak saya diperkosa beberapa kali. Kemudian dicekoki ganja dan miras. Saat itu anak saya baru berusia 14 tahun. Jadi masih labil. Sekarang saya bawa kasus ini ke pengadilan,” ujar Norah kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Kamis (21/1).Alhasil MT kemudian dijerat hukum dan dibawa ke persidangan. Namun kasusnya terkatung-katung, dan berkasnya di Polresta Jakarta Selatan dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Akhirnya baru pada 2015, sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah tiga tahun dilaporkan dengan agenda pembacaan dakwaan dan saksi – saksi. Sidang digelar tertutup karena korban masih di bawah umur.”Namun selama tiga tahun itu dia (MT) tidak ditahan. Kasus ini dianggap lemah karena dianggap suka sama suka. Tetapi, saya enggak terima dong. Anak saya dilecehkan dan dicekoki narkoba juga. Saya mau kasus ini selesai dan pelaku dipenjara,” tegas Norah.Akibat kejadian ini, FS mengalami trauma dan minder. Ia pun memilih melanjutkan pendidikan dengan Home Schooling.Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Norman mengaku optimistis MT tidak mudah lolos dari jerat hukum. Pasal yang dijerat yakni Undang-Undang Perlindungan Anak tentang persetubuhan dengan ancaman pidana 4 tahun”Sidang hanya tinggal menunggu vonis atau putusan hakim. Pekan ini semestinya tetapi ditunda, karena hakim anggota tidak lengkap. Kami tetap optimistis walaupun kasus ini awalnya memang adalah suka sama suka,” ujar Norman. (beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *