News, Sport and Lifestyle

Anak Pemulung Diajarkan Cari Uang Dibanding Sekolah

METROPOLITAN.ID | CIBUNGBULANG – Banyaknya anak yang putus sekolah dan lebih memilih mengais rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, ternyata menjadi polemik tersendiri di masyarakat. Salah satu pemulung warga Kampung Moyan, Desa Galuga, Siti Nur (39) menuturkan, kebutuhan hidup sehari-hari lebih penting daripada sekolah. “Ya, anak-anak lebih baik cari uang dibanding sekolah, di sekolah kan cuma menghabiskan uang saja,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menjelaskan, pelatihan kewirausahan yang diberikan Dinas Sosial Kabupaten Bogor kepada para pemulung sebatas pelatihan. Setelah pelatihan usai, tidak ada kelanjutannya, sehingga warga kembali menjadi pemulung. “Masyarakat Galuga seharusnya lebih diperhatikan, baik dari segi pendidikan dan kesehatan, bukan cuma dampak sampahnya saja yang diterima,” keluhnya.
Sementara saat dikonfirmasi terkait maraknya anak putus sekolah di wilayahnya, Kepala Desa Galuga Endang mengatakan, orang tua seharusnya tetap memberikan pemahaman kepada anak-anak akan pentingnya sekolah. “Permasalahan ini sudah kami ajukan. Untuk membuat program belajar, kita harus turun langsung sambil memberantas buta aksara,” paparnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah memperpanjang kontrak sampah dengan Pemkot Bogor dan bisa memperhatikan pendidikan dan kesehatan warga di Desa Galuga.(ads/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *