News, Sport and Lifestyle

Anggota Gafatar Diusir, Polri: Masyarakat Sadar Aliran Sesat

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Mabes Polri menilai aksi warga di Moton Panjang, Kabupaten Mempawah,Kalimantan Barat mengusir para mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk menolak aliran sesat tersebut”Ada 2.816 ( anggota Gafatar) yang ada di Mentawa. Sekarang ada kesadaran masyarakat untuk menolak gerakan berbau teroris, aliran sesat atau berbau radikal dan gerakan yang menyimpang dari ajaran agama. Karena gerakan ini selalu berkamuflase di balik agama padahal bukan gerakan agama,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan di Komplek Mabes Polri.Menurut Anton, Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi konflik yang tinggi utamanya jika disinggung persoalan ras, suku dan agama.Di Indonesia kadang-kadang kenapa selalu berkedok agama karena salah satu potensi konflik adanya di ras, agama dan suku. Makanya mereka (kelompok radikal) selalu berkedok agama sehingga akan menimbulkan konflik. Kalau warga menolak saya kira itu bentuk kesadaran dari masyarakat,” katanya.Kendati demikian ia menghimbau masyarakat jangan terpancing untuk melakukan kekerasan. Lebih baik melaporkan dan menyerahkan persoalan kelompok ini ke pihak yang berwajib.”Kami menghimbau jangan sampai daya tangkal berlebihan. Jangan kekerasan di lawan kekerasan, apa bedanya kita dengan mereka. Jadi tolong agar masyarakat juga menahan diri melaporkan kepada polisi dan percayakan kepada petugas keamanan yang ada di lingkungan masing-masing khususnya Polri,” pungkasnya.(okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *