SHARE

METROPOLITAN.ID – Pandangan buruk terkait rencana pembangunan Apartemen Grand Park City Pakuan (GPCP) Bogor yang terletak di depan Universitas Pakuan (Unpak), Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, terus bergulir bak bola salju. Setelah dituding bisa menjadi tempat mesum dan sarang narkoba, kini apartemen itu diduga bisa menjadi tempat perjudian. Hal-hal buruk itu pun tercermin dari pemberitaan dan pengakuan beberapa sumber. Salah satunya mahasiswa Fakultas Ilmu
Keguruan dan Pendidikan Unpak Derry Suhendar (23).
Derry mengatakan, apartemen biasanya identik dengan hal yang kurang baik. Misalnya, terbongkarnya prostitusi di apartemen Jakarta Selatan berinisial KC Oktober  lalu.
Bahkan, apartemen juga menjadi tempat untuk menggelar pesta narkoba lantaran penghuninya berkantong tebal. Salah satunya terjadi di Apartemen PK, Surabaya, belum lama ini. Oleh sebab itu, tak menutup kemungkinan apartemen juga dijadikan tempat berjudi.
“Jadi, jangan racuni mahasiswa dengan hal-hal yang negatif. Sebab, sudah banyak pemberitaan soal peristiwa buruk terkait kehidupan penghuni apartemen,” katanya.
Maka dari itu, Derry berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berpikir seribu kali untuk mengizinkan pembangunan apartemen di kawasan pendidikan. Sebab, belum dimulai pembangunan saja rumor dan pemberitaan sumir tentang rencana pembangunan Apartemen GPCP sudah menyeruak dan menjadi buah bibir di masyarakat dan mahasiswa.
“Saya yang tidak tahu apa-apa saja sering ditanya soal apartemen itu,” ujarnya. Menurut dia, apartemen yang belum berizin itu sangat merugikan kampusnya. Sebab, brand yang dijual apartemen itu sering membawa nama kampus. Kini ketika ada masalah dengan apartemen tersebut, nama kampusnya pun ikut terbawa jelek.
“Pak rektor seharusnya komplain, karena pengembang selalu membawa nama kampus ketika melakukan penjualan. Dan, ketika ada masalah nama kampus pun ikut jelek,” terangnya. Derry pun  mengaku tidak setuju dengan rencana pembangunan apartemen itu.
Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Denny Mulyadi menjelaskan, pengembang apartemen GPCB belum mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkot Bogor. Sebab, apartemen itu baru mengajukan Izin Prinsip (IP). “Apartemen itu belum bisa dibangun karena belum ada izin. Prosesnya pun masih panjang untuk mendapatkan izin,” jelasnya.
Sebelumnya, manajemen GPCP Bogor Amir menyatakan, target pemasaran apartemen ini adalah mahasiswa yang tinggal di kos-kosan. “Beberapa unit apartemen  bisa saja disewakan dan tidak  harus dibeli, karena yang sewa ini berjangka sampai beberapa tahun,” katanya.
Namun saat ditanya berapa jumlah apartemen yang sudah terjual, Amir mengaku tidak  tahu. Sebab, data itu ada di bidang pemasaran apartemen. “Sudah ada beberapa apartemen yang terjual, tapi untuk data pastinya saya tidak tahu,” pungkasnya. (mam/b/ram/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY