News, Sport and Lifestyle

Apartemen Depan Kampus Palsukan Izin Warga?

METROPLITAN.ID – Pengembang Apartemen Grand Park City Pakuan (GPCP) Bogor dikabarkan telah memalsukan tanda tangan warga untuk mengajukan izin ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hal ini terlihat dari upaya pihak pengembang yang sengaja membangun dua kubu antarwarga di RW 06, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah yang tinggal di sekitar Universitas Pakuan (Unpak) agar terjadi konflik.
Sumber Metropolitan menyebutkan, rencana pembangunan Apartemen GPCP pada mulanya memang sudah ditolak warga sekitar. Karena tidak mau rugi lantaran sudah membeli sejumlah tanah yang nantinya akan dibangun apartemen, akhirnya pengembang memutar otak agar tetap mendapat izin.
Sejumlah warga pun dikumpulkan kemudian diperalat untuk mendukung berdirinya apartemen seluas 1,6 hektare itu. Hingga pada akhirnya, pihak pengembang sengaja memalsukan sejumlah tanda tangan warga sekitar melalui warga yang pro terhadap apartemen. “Jika sudah begini tidak mendidik dan terkesan memaksakan,” ujar sumber Metropolitan ketika dikonfirmasi, kemarin.
Sudah banyak beredar selembaran tanda tangan warga sekitar yang nantinya akan diberikan kepada Pemkot Bogor untuk meloloskan perizinan pembangunan apartemen tersebut. Namun, sumber menyatakan, warga sekitar masih tetap menolak keberadaan Apartemen GPCP karena menurut dia adanya apartemen tersebut bakal merugikan masyarakat sekitar.
Terlebih terkait sejumlah akses jalan yang sangat sempit dan adanya penggusuran sejumlah pedagang beberapa waktu lalu. “Bagaimana pedagang mau menerima pembangunan apartemen ini kalau para pedagang yang sebelumnya malah digusur dan sekarang tidak diberi tempat untuk relokasi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kota Bogor Deny Mulyadi menerangkan, pihaknya belum menerima rekomendasi apa pun dari pihak kelurahan terkait proses perizinan apartemen tersebut. “IP-nya saja belum kita keluarkan, apalagi IMB-nya,” katanya.
Menurut Denny, masih panjang tahapan yang harus dilalui pihak pengembang untuk mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Terlebih saat ini ada permasalahan terkait penggunaan lahan milik PT Jasa Marga yang nantinya akan dibuat taman. “Masalah di lapangan saja belum selesai, masa kita akan mengeluarkan IMB,” paparnya.
Denny juga menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan IMB jika semua masalah di tataran teknis selesai dan berkas-berkas yang diperlukan pihak pengembang lengkap tanpa ada masalah. “Itu pun harus sesuai kajian,” katanya. Saat dikonfirmasi tentang hal di atas, pihak dari manajemen GPCP Amir tidak menjawab pesan singkat dan sambungan telepon yang disampaikan wartawan Metropolitan. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *