SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Wacana Munas bersama Partai Golkar (PG)  ditolak secara mentah-mentaholeh Ketua Umum (Ketum) DPP PG hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB). Sebab, menurut ARB hasil kepengurusan Munas Ancol yang menetapkan Agung Laksono sebagai Ketum telah dicabut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).”Jadi menurut AD/ART, munas bersama tidak ada lagi. Mau bersama dengan siapa. Karena yang Munas Ancol sudah dicabut sehingga tidak ada lagi legalitas, tidak bisa,” tegas  ARB usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/1).”Dalam AD/ART dikatakan munas bersama tidak pernah ada, yang ada adalah munaslub. Munaslub hanya bisa dilaksanakan atas permintaan 2/3 dari 34 DPD provinsi seluruh Indonesia,” ujarnya.”Sehingga demikian, maka kalau ada sejumlah 24 DPD provinsi seluruh Indonesia yang meminta, baru bisa dilakukan munaslub. Jadi munas bersama tidak bisa.”Disinggung mengenai solusi dari konflik PG, dia hanya mengingatkan kesepakatan pada Desember 2014. “Kan ada tiga kesepakatan antara kubu Pak Agung Laksono dengan kami. Pertama, kita menghormati proses hukum. Kedua, yang menang mengajak yang kalah, yang kalah menghormati yang menang. Ketiga, tidak membentuk partai baru,” katanya.”Berdasarkan itu maka itu yang akan kita ambil, tentu mengajak pada semua eksponen PG untuk bersama-sama membesarkan PG ke depan.” (BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY