SHARE

METROPOLITAN.ID – Akibat ketidakberdayaan menghadapi himpitan ekonomi, seorang janda Ate (40) bersama cucunya, Derbi (3), terpaksa tinggal di MCK yang ada di Kampung Sirnagalih, RT 03/29, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Dalam MCK yang dibangun hasil bantuan pemerintah itu, satu ruangan difungsikan sebagai tempat tinggal bersama cucunya yang masih kecil.
Ketua RT 04/29 Yayan mengaku prihatin dengan kondisi warganya itu. Ia telah melaporkannya ke kelurahan, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. ”Kami khawatir kesehatan Ibu Ate, terutama cucunya yang sering sakit-sakitan,” jelasnya.
Sedangkan Ate berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi maupun dermawan dapat membantu meringankan beban hidup yang di hadapinya. ”Bukannya kami mau tinggal di MCK ini. Tapi, kami terpaksa karena tidak punya rumah. Sebelum menempati MCK ini, saya sudah minta izin ketua RW setempat,” ungkapnya.
Sebelumnya ia mengaku tinggal di tempat orang tuanya, tapi sepeninggalnya mereka, rumah tersebut sudah dijual untuk dibagi ahli waris. “Saya cuma tinggal berdua bersama cucu, suami saya sudah meninggal lima tahun lalu,” ujarnya.
Untuk menyambung hidup sehari-hari, dia mengaku menjadi pemulung barang-barang bekas. “Sesekali dari pemberian tetangga sekitar,” ucapnya. Tidak hanya digunakan untuk tidur, ruangan berukuran sempit dan pengap itu pun dipakai memasak, makan dan aktivitas lainnya.
Ketua RW setempat, Ateng, membenarkan ada warga yang tinggal di MCK. Tadinya warga tersebut menyewa rumah di Kampung Citepus PAM. Setelah itu ada laporan kalau warga tersebut menempati MCK. “Dia bilang,yang penting ada buat tidur,” bebernya.
Menanggapi keluhan warga, Forum Aktifis Sukabumi untuk Rakyat (Fraksi Rakyat) Firman Hidayat meminta Pemkab Sukabumi lebih peka terhadap kondisi kehidupan warganya. Dengan dalih apapun, ketika warga seperti ini dibiarkan berjuang sendiri dalam kondisi keterbatasan akses, maka  pemerintah wajib membantunya.
Sementara ketika dikonfirmasi, Camat Palabuhanratu H Suherwanto mengaku kaget mendengar informasi bahwa ada warga yang tinggal di WC. Ia pun segera turun ke lokasi untuk membuat usulan proposal dan mengambil langkah konkret bersama ketua RT/RW dan masyarakat.(sop/hep/sal/py)
“Sambil mengupayakan mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi,” terangnya. Berdasarkan hasil informasi di lapangan, ketua RW/RT dan warga ainnya, sedang mengupayakan pemindahan warga tersebut dari MCK.

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY