News, Sport and Lifestyle

Asyiknya Jelajahi Gua dan Berpetualang di Alam Bebas

METROPOLITAN.ID –  ORGANISASI Rimpala di bawah naungan Fakultas Kehutanan IPB hadir sejak 23 September 1993. Setiap tahun, Rimpala membuka pendaftaran keanggotaan untuk merekrut mahasiswa yang memiliki hobi berpetualang. Predikat pecinta alam melekat pada jati diri anggota Rimpala.
Terdapat tiga divisi dalam struktur organisasi Rimpala. Sebut saja, Tree Climbing Division (TCD). TCD merupakan divisi khusus yang mendalami dan mengembangkan kegiatan panjat pohon dengan berbagai teknik dan peralatan. Sementara divisi lainnya, yakni Divisi Gunung Hutan (GH) dan Olahraga Alam Bebas (OAB).
Ketua Rimpala Sopyan Nurkarim mengatakan, kegiatan naik gunung, panjat tebing, arung jeram dan menjelajahi gua menjadi agenda rutin anggota Rimpala. Semua kegiatan itu tentu saja membutuhkan keberanian serta stamina tubuh yang prima. “Semua kegiatan yang kami lakukan dipersiapkan dengan matang. Selain peralatan, kesiapan stamina juga dilakukan,” ujarnya.
Selama 22 tahun berkiprah di bidang kehutanan atau yang berkaitan dengan alam bebas, Rimpala telah menorehkan prestasi melalui terlaksananya dua kegiatan besar. Yakni, Rimpala SRT Competition (RSC) ke-2 dan Ekspedisi Tanah Seribu Pulau. RSC merupakan lomba SRT (Single Rope Technique) yang semua peserta berasal dari kelompok atau komunitas pecinta alam bebas serta kalangan umum.
Prestasi kedua saat melakukan Ekspedisi Tanah Seribu Pulau. Ekspedisi tersebut merupakan penelusuran gua. Kegiatan itu dilaksanakan satu bulan di Maluku Utara, tepatnya di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Ekspedisi tersebut bertujuan memetakan dan menginventarisasi gua-gua di kawasan TNAL. “Hasil ekspedisi ini disajikan dalam bentuk seminar nasional dan pameran foto,” katanya.
Hasil penjelajahan ini, tambah Sopyan, menghasilkan buku yang berjudul ‘Menapaki Gelap Tanah Wallaceae’. Buku ini menjadi buku kedua yang diluncurkan Rimpala, setelah buku ’Pakan Owa Jawa’ yang menjadi hasil ekspedisi sebelumnya.
“Ke depan, semoga Rimpala semakin jaya dan dikenal di Indonesia. Semakin solid, kokoh dan terus mencetak rimbawan handal yang nanti akan memberikan kontribusi besar bagi dunia kehutanan Indonesia,” pungkasnya. (fla/b/dik/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *