SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Komisi B DPRD Kota Bogor akan memanggil Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Direktur PDJT Kota Bogor. Dikhawatirkan proses penyeleksian ada campur tangan dari pejabat-pejabat yang mempunyai kepentingan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor tersebut. Terlebih dari pertama berdirinya Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) belum bisa memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Anggota Komisi B DPRD Kota Bogor Bambang Dwi Wahyono mengatakan, pihaknya berencana akan mengundang Pansel PDJT untuk mempertanyakan tahapan seleksi tersebut. Sebab, Pansel sudah mengumumkan bahwa tujuh calon yang beberapa hari lalu mendaftar lolos seleksi administrasi. “Memang ada rencana dalam waktu dekat diundang Panselnya. Tetapi kita masih tunggu keputusan ketua Komisi B untuk undangan tersebut,” ujar Bambang kepada Metropolitan.
Menurut Bambang, proses seleksi yang sudah dilakukan Pemkot Bogor memang tak melibatkan DPRD. Pihaknya pun akan memantau terus perkembangannya. Dikhawatirkan ada orang-orang tak bertanggung jawab ikut campur dalam penyeleksian direktur PDJT. “Pemilihan direksi hak prerogatif, jadi tidak ada koordinasi. Hanya saja, kita ikut melakukan pengawasan serta pemantauan agar yang dipilih menjadi direktur adalah orang yang tepat,” terangnya.
Politisi Demokrat ini menuturkan, sebagai mitra PDJT tentu melalui pemilihan direktur menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kondisi perusahaannya. “Kita tak ingin perusahaan rugi terus-menerus, tetapi direktur yang terpilih harus bisa menyehatkan perusahaan,” paparnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menjelaskan, pemilihan direksi PDJT akan dilanjutkan ke tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Dalam proses pemilihan, pemkot lebih mengutamakan untuk membangun BUMD yang sedang kolaps tersebut. Selain untuk menyehatkan PDJT, kata Ade, direktur PDJT yang terpilih nantinya harus bisa mengembangkan bidang-bidang usahanya.
Ade juga menginginkan PDJT tak hanya mengurus soal transportasi seperti bus bolak-balik dari Bubulak ke terminal saja, tetapi dengan adanya direktur yang baru maka harus ada pengembangan seperti pengelolaan shelter, bengkel, pariwisata serta bidang yang lainnya. “Sejauh tugasnya direksi hanya mengurus bus TransPakuan yang mondar-mandir dari terminal dan untuk direktur yang baru nantinya akan ditambah lagi tanggung jawabnya,” paparnya.
Ade menambahkan, melalui tahapan seleksi yang akan dilakukan, ketujuh calon Direktur PDJT yang terpilih nantinya harus merupakan orang yang memiliki tanggung jawab, semangat yang tinggi dengan kondisi perusahaan yang sedang sakit seperti sekarang. “Saya berharap siapa pun yang terpilih nanti adalah orang yang memiliki semangat untuk menyehatkan kondisi saat ini,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY