SHARE

METROPOLITAN.ID | Bandar narkoba yang sempat buron bertahun-tahun dari kejaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Ananta Lianggara alias Alung, menjalani masa hukuman 20 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta, bukan di lapas di Jawa Timur.
Alung dipenjara di Lapas Cipinang untuk memudahkan proses kasus sama hasil ungkapan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, membenarkan informasi itu.”Eksekusinya Kamis kemarin, Mas, dilakukan di Cipinang. Jaksa Karmawan yang ke Jakarta memproses eksekusi Alung,” kata Didik kepada VIVA.co.id, Minggu, 10 Januari 2016.
Didik menjelaskan, Alung dieksekusi di Lapas Cipinang karena ia terbelit kasus narkoba yang diungkap oleh BNN. Alung ditangkap oleh petugas BNN setelah diketahui sebagai pengedar narkotika jaringan banyak bandar di negeri ini. “Biar mudah proses hukumnya di BNN,” ujarnya.Informasi diperoleh, Alung ditangkap petugas BNN di Jakarta November 2015 lalu. Ia lama diintai petugas karena berkaitan dengan bandar narkotika besar. Saat ditangkap, petugas menemukan 38 butir pil ekstasi dan beberapa aset diduga hasil bisnis narkotika.Saat dibekuk, Alung mengaku bernama Alvian Cahyadi, begitu juga kartu identitasnya. Setelah ditelisik, ternyata nama tersebut palsu. Dia bernama asli Ananta Lianggara alias Alung. Nama Alvian dibuat semasa lari ke Kalimantan, menghindari kejaran petugas Kejari Surabaya.Alung memang jadi buron Kejari Surabaya sejak tahun 2013 lalu, setelah Mahkamah Agung memvonisnya 20 tahun penjara plus denda Rp15 juta subsidair enam bulan kurungan atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Vonis MA itu mementalkan vonis satu tahun penjara di pengadilan tingkat pertama dan kedua. (VV)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY