News, Sport and Lifestyle

Bank Mandiri Tambah Dua Kantor Cabang Baru Di Lombok

METROPOLITAN.ID | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menambah dua kantor cabang baru di kawasan Nusa Tenggara Barat pada Sabtu lalu. Penambahan kantor cabang ini dilakukan karena melihat prospek ekonomi yang bagus terutama di sektor pariwisata pada daerah tersebut. Kemarin, emiten berkode BMRI itu meresmikan kantor cabang di pulau Gili Trawangan dan Sengigi, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan tambahan dua cabang baru itu, saat ini perseroan sudah memiliki 2.456 kantor cabang di seluruh Indonesia. Sentot A Sentausa, Direktur Distribusi Bank Mandiri mengatakan, sebagai destinasi wisata utama di Tanah Air, Gili Trawangan dan Senggigi memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama sektor jasa pendukung industri pariwisata. Pembukaan cabang di wilayah ini merupakan salah satu upaya Bank Mandiri dalam mengoptimalkan potensi yang ada sehingga dapat mendorong perekonomian di wilayah Nusa Tenggara Barat. “Dalam optimalisasi potensi tersebut, Bank Mandiri ingin meningkatkan peran dalam membantu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan layanan perbankan. Langkah ini juga selaras dengan strategi perseroan dalam ekspansi secara organik melalui penambahan jaringan kantor cabang dengan fokus pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi ekonomi mulai berkembang dan pulau terluar.” katanya saat peresmian kantor cabang di Gili Trawangan pada Sabtu (9/1/2016). Adapun, Sentot menyebutkan sepanjang tahun ini perseroan akan menambah kurang lebih sekitar 148 cabang. 100 cabang berstatus mikro, 3 cabang naik kelas dari cabang kelas 1 menjadi cabang area, sedangkan sisanya kantor cabang reguler. Untuk 3 kantor cabang yang naik kasta menjadi kantor cabang area itu mencakup wilayah Bengkulu, Sukabumi, dan Purwokerto. Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri menjelaskan peningkatan status kantor cabang menjadi area di tiga daerah itu karena kawasan itu mempunyai prospek positif, tetapi status sebagai cabang kelas 1 membuatnya sulit ekspansif lebih. “Jadi, diangkat menjadi kantor cabang area agar tiga kawasan itu  bisa lebih ekspansif lagi,” ujarnya. Sementara itu, Sentot mengaku anggaran belanja modal untuk pengembangan jaringan cabang ini tidak terlalu besar. “kami juga banyak yang menaikkan status cabangnya juga dengan tetap menggunakan kantor yang sudah ada,” ujarnya. Khusus untuk anggaran belanja modal yang dikeluarkan dalam pembangunan cabang dengan status kantor kas di Gili Trawanagan sendiri memakan biaya sekitar Rp1 miliar. Nantinya, kantor kas itu bisa memberikan layanan penarikan dan penyetoran tunai, pemindahbukuan,  jual beli uang kertas asing, transaksi antarcabang, pembukaan rekening tabungan, giro, deposito, penggantian buku tabungan, kartu ATM serta pendaftaran layanan electronic banking (SMS, Internet Banking, Mandiri Call).(bis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *