SHARE

METROPOLITAN.ID  – Berangkat dari rasa keprihatinan menumpuknya sampah di sepanjang pantai dan obyek wisata di Kabupaten Sukabumi, khususnya sepanjang Pantai Palabuhanratu  pasca libur Natal dan Tahun Baru kemarin.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (Bareta) Indonesia, melakukan bersih-bersih pantai.
Ketua DPP Bareta Indonesia Djunaedi Tanjung, upaya ini dilakukan karena melihat kurang pedulinya lembaga lain menangani masalah sampah, maka Bareta mempelopori gerakan bersih-bersih sampah di sepanjang Pantai Palabuhanratu.
“Dari 570 anggota yang disebar di sejumlah titik, sekitar 50 Satuan Tugas (Satgas) Kesetiakawanan Bareta di terjunkan ke Palabuhanratu,” ungkapnya.
Menurutnya, Bareta Indonesia sudah terbentuk kepengurusannya di 17 provinsi. Bareta Indonesia punya mitra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos).
Jika ada bencana alam dan bencana non alam kami akan terjun, seperti bencana gunung merapi, tsunami, longsor dan bencana-bencana lainnya. Terlebih, Sukabumi termasuk wilayah rawan bencana alam,” tuturnya.
Dia menyebutkan, di UU 27 Tahun 2004 tentang bencana dan potensinya, semuanya  ada di Kabupaten Sukabumi yang disebabkan oleh manusia, seperti kerusakan hutan yang dijadikan tambang liar. Bencana sosialnya pada 2012, Sukabumi peringkat kedua mengidap HIV/AIDS, hampir 460 orang terjangkit virus ini dan setiap harinya semakin bertambah.
Terkait tumpukan sampah di tempat-tempat wisata pantai, Bareta sangatlah peduli.
“Bagaimana pariwisata mau maju kalau di sekitar tempat wisatanya penuh sampah,” tuturnya.
Dia menerangkan, Bareta menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa kepedulian terhadap penanggulangan sampah. (sop/sal/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY