SHARE

METROPOLITAN.ID – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak ada penyesuaian tarif angkutan umum di Ibu Kota karena turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan subsidi angkutan umum melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Dengan adanya subsidi kami yakin mau naik turun BBM tidak ada urusan. Makanya kalau mau nikmati subsidi ya naik kendaraan umum (Transjakarta) bukan naik kendaraan pribadi,” kata Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/1).

Untuk itu, Basuki terus mengajak pengusaha angkutan umum untuk bergabung dengan Transjakarta. Sehingga bisa dilakukan pembayaran dengan sistem rupiah per kilometer. Dengan sistem itu, tarif angkutan umum akan disamakan yakni sebesar Rp 3.500 per penumpang.

“Justru itu Rp 3.500 kan sudah murah banget. Makanya kenapa saya ingin bayar rupiah per kilometer, ini kan sementara minyak turun. Kalau naik lagi gimana,” kata Basuki seperti dilansir beritajakarta.com.

Menurutnya, terus dilakukan penyesuian angkutan umum dengan harga BBM akan membuat bingung masyarakat. Sebab masyarakat butuh kepastian, yang berdampak pada harga berbagai komoditi. “Tiap kali naik harus menyesuaikan harga tiket, sedangkan masyarakat ingin kepastian,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika diperbolehkan Basuki ingin tak ada BBM bersubsidi di DKI Jakarta agar masyarakat mendapat kepastian. “Malahan kalau boleh bisa larang, saya ingin di Jakarta tak ada yang namanya BBM subsidi,” kata dia.(bs)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY