SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Waduh! Untuk mengikuti penilaian Sekolah Standar Nasional (SSN), diharuskan membayar sekitar Rp2 juta per sekolah, alasannya diduga karena tidak ada biaya dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Ini terjadi di tingkat satuan pendidikan SD di Kota Bogor. Menurut para pengelola pendidikan yang enggan ditulis namanya, uang sebesar itu nantinya dikumpulkan per wilayah (kecamatan, red) oleh oknum yang ditunjuk, tapi mereka mengaku tidak tahu persis untuk apa uang sebesar tersebut. Yang pasti, lanjutnya, uang sebanyak itu diduga untuk tim penilai maupun panitia. ”Kalau tidak salah, per wilayah ada dua atau tiga sekolah yang dinilai. Namun, karena sudah instruksi, mau tidak mau uang sebesar itu tetap kami penuhi dan diserahkan ke koordinator wilayah,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.
Sebenarnya, tambahnya, uang sebesar itu tidak jadi masalah kalau benar tidak ada anggarannya, karena penilaian SSN merupakan tingkat pencapaian sebuah kualitas sekolah yang berstandar nasional, apalagi sekolahnya merupakan sekolah potensial. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengorbanan termasuk adanya pematokan biaya penilaian SSN sebesar itu. ”Kalau sekolah kita mau berhasil, harus ada pengorbanan. Kalau tidak dipenuhi, sekolah kami tidak akan berhasil meraih nilai SSN yang bagus,” kata salah seorang pengelola pendidikan SD di wilayah Kecamatan Tanahsareal.
Dengan meraih SSN itu, tambahnya, berarti sekolah dimaksud sudah tidak hanya bergantung pada kualitas lulusan saja, tetapi juga dari delapan hal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. ”Kalau sudah meraih SSN, sekolah itu sudah memiliki standar dalam berpikir, kurikulum, proses belajar mengajar, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, manajemen serta penilaian sudah terpenuhi,” imbuhnya.
Ketika hal itu hendak konfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin, kemarin, tidak ada di ruang kerjanya. Menurut stafnya, dia sedang ada tugas luar. Bahkan, ketika di-sms pun, belum ada jawaban. (tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY