SHARE

METROPOLITAN.ID – Meski harga BBM turun, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak akan menurunkan tarif angkutan kota (angkot). Sebab, untuk menentukan tarif angkot, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sudah mematok harga BBM batas atas dan bawah. “Kami jauh-jauh hari sudah mengantisipasi karena tahun lalu terjadi fluktuasi harga BBM baik premium maupun solar,” ujar Kepala Dishub Kota Depok Gandara Budiana, kemarin. Dalam Peraturan Walikota, lanjut dia, pihaknya menggunakan batas atas dan batas bawah. “Ketika batas atas itu harga premium semisal melebihi Rp8.500 kemudian harga bawahnya melebihi Rp6.500, maka tarif angkutan akan disesuaikan,” paparnya. Dengan harga premium seperti itu, tambah dia, pihaknya baru akan memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah. “Mereka akan menyesuaikan sendiri, karena kami sudah menetapkan. Kalau harga premium Rp7.000, maka tarifnya sekian, jika Rp 8.500 tarifnya sekian. Ini lebih kepada kebijakan pengelola angkot,” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Organda. “Mereka sudah tahu, karena kan sudah ditetapkan batas atas dan batas bawah, jadi angkanya sudah tetap,” tegasnya.(sdn/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY