News, Sport and Lifestyle

BBM Turun, Pom Bensin Malah Tutup

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bogor tutup dalam beberapa hari terakhir. Padahal, pemerintah per 5 Januari 2016 menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar. Penutupan SPBU lantaran tidak mendapat stok. Pantauan di lapangan, setidaknya belasan SPBU masih menunggu pengiriman premium yang dijanjikan akan dikirim kemarin.Mereka yang menghentikan operasionalnya di antaranya SPBU Jalan Dadali, SPBU di sepanjang Jalan Raya Talang, Jalan Raya Karadenan-Pemda dan Jalan Raya Kedunghalang. Pengawas SPBU 34-16-716 Kedunghalang Dede Sumantri mengaku terpaksa menghentikan penjualan sejak dinihari kemarin. Menurut Dede, pasokan premium sempat mengalami gangguan sejak 2 Januari 2016 lalu. “Sejak pagi kita belum dikirim dari PT Pertamina (Persero). Dari tiga hari lalu, kami juga sudah kehabisan Pertamax,” katanya saat ditemui di lokasi, kemarin.Seorang pengendara motor, Saleh, mengaku telah melewati tiga pom bensin dari Parung menuju Bogor, namun premium selalu habis. “Sekarang premium sulit, yang ada hanya pertamax. Jadi, pertamax yang dibeli,” katanya.Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bogor, Bahriun menyebutkan, belum mengetahui kendala yang membuat pasokan BBM di sejumlah SPBU di Bogor tersendat. Bahriun menilai, keterlambatan bisa saja disebabkan perubahan sistem penyaluran oleh Pertamina sejak Desember akhir tahun lalu. Saat ini PT Pertamina sudah memberlakukan sistem distribusi dan pembuatan Delivery Order (DO) menggunakan komputerisasi. Pengusaha harus memasukkan pesanan melalui DO online. Jika disetujui maka akan dikirim. “Mung­kin ada kesulitan di sistem atau tidak mengerti ope­rator SPBU di lapangan,” katanya.Ada pun sistem sebelumnya, papar Bahriun, hanya mengan­dalkan telepon dan minta disiapkan pesanan. Melalui para sopir, pesanan BBM dikirim. “Sistem saat ini lebih ribet. Setelah pesan online, ujungnya harus pesan via orang atau telepon juga untuk konfirmasi,” papar Bahriun.Saat ini, kata dia, Hiswana Migas masih melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait gangguan pasokan distribusi premium di Bogor. Di Kota Bogor terdapat 25 SPBU. Sebagai gambaran, konsumsi BBM per hari di wilayah Bogor mencapai 645 kiloliter untuk premium, 200 kiloliter untuk biosolar dan 38 kiloliter untuk pertamax. (ber/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *