SHARE

METROPOLITAN.ID | Bursa Efek Indonesia (BEI) Bandung akan menambah Galeri Investasi di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat sebagai edukasi pasar modal di masyarakat. “Saat ini telah ada 80 unit Galeri Investasi di 80 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bandung, tahun ini rencananya akan ditambah lima unit lagi,” kata Kepala BEI Bandung Hari Mulyono di Bandung, Senin. Pembentukan Geleri Investasi itu menurut dia untuk menarik minat mahasiswa untuk berinvestasi. Pengenalan pasar modal ke kampus-kampus di Jabar itu, kata Hari dalam rangka meningkatkan jumlah investor di pasar modal dari Jawa Barat. Hari menyebutkan jumlah akun pasar modal asal Jabar masih rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk di Jabar. Hari menyebutkan, kalangan mahasiswa mulai banyak yang menanamkan saham di pasar modal. Namun demikian masih banyak kampus yang belum tergarap sosialisasi. BEI mengusung kampanye “Yuk Nabung Saham” untuk menggenjot peningkatan jumlah investor. “Peluang penambahan dari kalangan mahasiswa sangat besar, terlebih kini minimal pembelian saham bisa hanya 1 lot atau 100 lembar saham dengan harga yang terjangkau,” katanya. Sementara itu jumlah investor individu di pasar saham yang berasal dari Jawa Barat masih sedikit. Dari total penduduk yang mencapai 46 juta jiwa, hanya 78.880 di antaranya yang mencatatkan namanya dalam rekening efek (per akhir November 2015). “Persentasenya termasuk rendah, padahal potensinya cukup besar. Kami lakukan edukasi terus,” katanya. Berdasarkan rekening efek di Bursa Efek Indonesia Cabang Bandung ada 9.500 investor saham baru sepanjang tahun 2015 dari beban target yang dicanangkan sebanyak 12.500. “Pada 2006 potensi penambahan investor pasar saham sebanyak 19.000, namun yang dibebankan pada BEI Bandung lebih dari itu yakni 50.000,” katanya. Sebaran pemilik akun pasar modal di Jabar terbanyak Bandung dengan 22.794 rekening efek, Bekasi 20.949, Bogor 13.780 dan Depok 11.598. Daerah lain yang mulai menunjukkan potensi peningkatan antara lain Cirebon 2.127, Cimahi 1.272, Karawang 1.190, dan Tasikmalaya 990 serta Sukabumi 853 rekening efek. Hari menyebutkan jumlah investasi pasar modal masih didominasi asing. Pada 2015 dari jumlah investasi Rp2.529 triliun, sebesar 63,66 persen dikuasai asing, sisanya 36,34 persen dari investor nasional. “Jumlah akun investor asing itu minoritas, yakni 10.533 akun dari 434.443 rekening efek, tapi nilainya mendominasi,” kata Hari Mulyono menambahkan.(AN)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY