SHARE

METROPOLITAN.ID – Babak utama belum juga bergulir, namun ancaman suhu tinggi sudah dirasakan para petenis yang bakal turun di Australia Terbuka. Bahkan, babak pertama ajang itu harus dihentikan. Australia Terbuka dijadwalkan mulai bergulir Senin (18/1) hingga 31 Januari. Di waktu-waktu tersebut, Melbourne Park yang menjadi tempat perhelatan turnamen grand slam pembuka setiap tahunnya itu diprediksi bakal panas menyengat. Suhu udara superpanas itu bahkan sudah terbukti saat hari pertama kualifikasi tenis putra pada 13 Januari dengan angka mencapai 41,5 derajat celcius. Panitia penyelenggara pun memutuskan kualifikasi ditangguhkan, namun beberapa petenis tetap berlatih dengan suhu udara itu, di antaranya Andy Murray dan Kyle Edmund.
Didampingi sang pelatih, Amelie Mauresmo, Murray dilaporkan terus mengasah persiapan di Margareth Court Arena, 13 Januari. Motivasi besar untuk menjadi juara rupanya sudah mengalahkan suhu udara yang panas menyengat itu.
”Saya senang kalau bisa menjadi petenis nomor satu dunia tapi misi pertama saya adalah menjadi juara di sini,” kata Murray.
Ia mengaku menyukai penampilannya di turnamen ini dan ingin menunjukkan penampilan terbaiknya.
“Saya akan bekerja lebih keras tahun ini dan membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk menjadi juara di sini,” ucap dia.
Petenis nomor tiga Inggris, Kyle Edmund, juga mengabaikan peringatan suhu tinggi di 13 Januari itu. Petenis 21 tahun itu memanfaatkan situasi untuk beradaptasi semaksimal mungkin.
”Itu jadi pengalaman yang bagus bagi saya untuk mengenal suhu ekstrim di sini. Suhu udaranya sampai membuat tenggorokan kering dan memaksa bernapas lebih sering,” kata dia.
Di babak pertama, Edmund akan menghadapi petenis Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sementara, Murray yang menjadi unggulan kedua akan ditantang petenis Jerman Alexander Zverev. (de/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY