News, Sport and Lifestyle

Belum Menerima SK Mutasi, Para Kepsek Diperiksa

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Aneh! Belum juga menerima Surat Keputusan (SK) mutasi dari Walikota Bogor. Terkait hal tersebut, Tim Verifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor akan melakukan pemeriksaan ratusan kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), baik yang terkena rotasi maupun yang telah dikembalikan menjadi guru dan diberi tugas tambahan sebagai pengawas. Rencananya, pemeriksaan itu akan dilakukan pada Rabu (6/1) di salah satu SDN di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Padahal, SK pemberian tugas tambahan dari Walikota Bogor itu akan dilaksanakan pada Jumat (8/1) di salah satu SDN di Kecamatan Bogor Selatan. ”Ya aneh aja, biasanya setelah SK diterima, baru diadakan verifikasi,” kata sejumlah kepala SDN yang enggan disebutkan namanya kepada Metropolitan, kemarin.
Mereka juga mempertanyakan penempatan ratusan kepala SDN di Kota Bogor diduga sarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena adanya kepala sekolah (kepsek) yang tidak profesional tapi dipromosikan di sekolah yang ’basah’, bahkan setahun akan pensiun masih dipromosikan ke sekolah.
Lebih tragisnya lagi, ada kepsek yang cukup berprestasi dalam mengembangkan sekolah lalu dikembalikan menjadi guru, padahal ia mau pensiun satu tahun lagi, ”Bapak kan sudah tahu, nggak usah kita sebut satu per satu. Yang pasti, pergeseran kepsek tidak luput dari KKN atau pesanan,” kata mereka.
Diberitakan, akhirnya Disdik Kota Bogor melakukan periodesasi, mutasi dan pemberian tugas tambahan guru menjadi kepala SDN. Bahkan tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 107 orang, di antaranya delapan kembali menjadi guru, sembilan orang menjadi pengawas dan 49 guru menjadi Kepsek. ”Benar, SK mereka (kepsek dan pengawas, red) dari Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto sudah terbit pada 21 Desember 2015 dan baru diambil dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bogor 31 Desember lalu, dan sore harinya langsung kita bacakan kepada yang akan menerima SK di SMPN 5, Jalan Dadali, Kecamatan Tanahsareal,” tandas Sekretaris Disdik Kota Bogor Fahrudin ketika dihubungi Metropolitan.
Pemberian SK tersebut, lanjut Fahmi panggilan akrab Fahrudin, akan diberikan pada 8 Januari mendatang. Insya Allah, akan diserahkan langsung kepada mereka supaya para penerima SK cepat melaksanakan tugas tambahan tersebut,” harapnya. (tur/ar/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *