Bergulir Isu Tolak Calon dari Luar Bogor

by -2 views

METROPOLITAN.ID – Bursa pemilihan calon bos TransPakuan makin memanas. Setelah ketujuh calon direksi lolos seleksi administrasi beberapa waktu lalu, kini bergulir isu yang menyatakan penolakan terhadap calon pimpinan perusahaan pelat merah itu dari luar Bogor. Hal ini agar Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang tengah sakit itu dipimpin putra asli Bogor yang benar-benar mengetahui situasi dan kondisi transportasi serta iklim masyarakat di Kota Hujan.
KETUA Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kota Bogor Ade Mashudi mengatakan, agar PDJT bisa memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, maka pemimpin PDJT  harus orang Bogor dan mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bogor. “Kalau orang dari luar memimpin PDJT, apakah dia mampu menyelesaikan permasalahan yang dialami PDJT,” ujar Ade kepada Metropolitan, kemarin.
Jika PDJT tidak dipimpin warga Bogor, Ade juga mengkhawatirkan PDJT akan kembali jatuh dan mengalami kerugian. Terlebih, direkturnya nanti tidak memahami medan transportasi yang ada di Bogor. “Saya harap walikota bisa mempertimbangkan dan memprioritaskan warga Bogor untuk menjadi pemimpin di PDJT,” terangnya.
Dalam seleksi ini, Ade berharap pansel transparan agar nantinya orang yang memimpin PDJT bisa membuat PDJT berkembang serta dapat memberikan keuntungan. “Yang pasti ingin PDJT lebih maju dan tidak terus merugi seperti saat ini. Makanya orang yang memimpin PDJT harus tepat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pansel Toto M Ulum mengatakan, ketujuh calon direktur kini telah diuji Ngurah Wirawan (praktisi), Yayat Supriatna (akademisi), Edi Nursalam (akademisi) dan Zulfikar (profesional dalam bidang transportasi). “Yang menguji calon direksi ini adalah orang-orang yang berkecimpung dalam bidang transportasi,” ujarnya.
Fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan yang digelar hanya satu hari kemarin pukul 09:00 WIB itu dimulai oleh Boy Koesnan Kusamabrata, Burhanudin, Krisna Kuncahyo, Dony Suherman, Tri Handoyo Subiyatmoko, Fahleri dan Erwin Dolok Saribu. “Untuk urutannya, tes tersebut hasil kesepakatan para calon,” katanya.
Toto melanjutkan, hasil penilaiannya nanti akan dilaporkan kepada sekretaris daerah yang dilanjutkan kepada walikota. Tim ahli akan membawa tiga nama terbaik yang bakal dipilih Walikota Bogor Bima Arya. “Besok (hari ini, red) kita akan melaporkan kepada pak sekda dan dilanjutkan kepada pak wali,” tuturnya. Jika besok hasil tim ahli bisa disampaikan kepada walikota, maka Senin depan sudah ada calon yang bakal dipilih Bima Arya sebagai direktur PDJT.
Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Bidang Berpengalaman dalam Implementasi Transportasi Ngurah mengatakan, pihaknya melakukan seleksi sesuai aturan yang ada. “Tujuh calon akan ditanya sesuai pertanyaan yang telah disiapkan. Bahkan, pemaparannya dilakukan secara tertutup agar tidak mengganggu calon tersebut,” jelasnya.
Menurut dia, sejumlah pertanyaan sudah disiapkan. Terlebih, calon direktur PDJT ini akan menanggung beban berat terkait sejumlah permasalahan yang ada di PDJT. “Memang ada beberapa pertanyaan khusus untuk calon,” katanya.
Sementara itu, seorang calon yang mendapatkan urutan pertama, Boy Koesnan Kusumabarata, mengaku dapat memaparkan visi-misi serta menjawab pertanyaan yang diberikan tenaga ahli tersebut. “Ya, saya ditanya bagaimana caranya memajukan PDJT serta tentang program yang sudah saya siapkan,” katanya.
Koesnan pun yakin bisa mengembangkan PDJT dengan konsep Public Service Oriented (PSO) dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, pada dasarnya PDJT lahir untuk melayani masyarakat. (mam/b/ram/py)

Loading...