SHARE

METROPOLITAN.ID  – Menteri Perhubungan yang bernama Ignasius Jonan kini telah memberikan izin adanya Kereta Cepat. Kereta Cepat tersebut akan beroperasi dengan rute Jakarta Bandung. Jika para poenumpang pergi ke kota Bandung menggunakan Kereta Cepat makan dalam waktu 45 menit akan sampai.

JA Barata mnegemukakan jika Izin trase pengeluaran Kereta Cepat telah terdapat pada Keputusan Meneteri Perhubungabn dengan Nomor KP. 25 Tahun 2016 yang berisikan tentang Penetapan Trase Jalur Kereta Api Cepat Antara Jakarta dan Bandung Lintas Halim Tegalluar. Hal tesbut di informasikan pada tanggal 13 Januarai 2016 hari Rabu.

Diketahui jika JA Barata merupakan Kepala Biro Komuniaksi dan Informasi Publik Kemenhub. Informasi tersebut di umumkan sacara tertulis oleh JA Barata.

Diberikannya Izin Kereta Cepat untuk beroperasi karena perusahaan yang konsorsium telah memenuhi semua syarat yang telah diajukan oleh pemerintah Indonesia. Diketahui jika syarata  – syarat tersebut dari pemerintah provinsi, kabupaten serta kota dimana wilayah tersebut akan dilintasi oleh Kereta Cepat.

Diketahui jika Kereta Cepat dengan rute Jakarta Bandung memiliki panjang sekitar 142,3 Km. Kereta Cepat tersebut akan barada di empat stasiun yakni stasiun Karawang, Halim, Walini serta Tegalluar.

Perusahaan yang membuat Kereta Cepat merupakan PT KIKC yakni (PT Kereta Api Cepat Indonesia China). Menurut Barata PT KCIC harus menfapatkan izin terlbih dahulu untuk mendirikan bangunan. Syarat untuk mandapatkan izin adalah Detail Engineering Design (DED) serat Studi AMDAL.

Hanya dua saja syarat yang harus di penuhi oleh PT KCIC selaku pemilik Kereta Cepat. Dua persyaratan yang diajukan tersebut berasal dari Kementrian kehutanan dan Kementrian Lingkungan hidup.

Nampaknya Presiden Jokowiu menginginkan sebelum tanggal 21 Januari semua syarat harus suadh diselesaikan. Setelah syarat perizinan Kereta Cepat selesai makan akan segera dilakukan groundbreaking.

Tak lupa juga untuk bisa menikmati Kereta Cepat Jakarta Bandung hanya 45 menit maka para penumpang harus membeli tiket seharga Rp 200.000. seharga Rp 200.000 hanya dapat digunakan sekali jalan menggunakan Kereta Cepat. Namun harag tersbutvakan berlaku skitar tahun 2019 mendatang saat Kereta Cepat sudah mulai beroperasi.(N)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY