News, Sport and Lifestyle

Berprofesi Sebagai Pengedar Narkoba, Seorang Mahasiswa di Depok Akhirnya Ditangkap Petugas

METROPOLITAN.ID | DEPOK – Meski larangan mengedarkan ataupun mengkonsumsi narkoba di kota Depok kerap diberikan, namun masih saja ada yang nekat untuk melakukannya walaupun harus merelakan dirinya ditangkap oleh petugas dan dijerat oleh undang undang yang berlaku. Sebut saja FAP (19th) yang masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Psikologi di sebuah universitas ternama di kota Depok yang tertangkap petugas akibat membawa narkoba untuk diedarkan di lingkungan kampus. Tertangkapnya FAP oleh petugas pada waktu itu disebabkan oleh adanya Operasi Cipta Kondisi yang digelar rutin oleh pihak Polresta Depok dalam mengamankan wilayah kota Depok dari berbagai tindak kriminal dan kejahatan yang lainnya termasuk peredaran miras dan narkoba. Pelaku yang tak tahu akan adanya operasi tersebut kaget melihat petugas memberhentikan kendaraannya. Pelaku yang panik awalnya berusaha untuk kabur dari petugas, lantaran sudah diketahui gerak geriknya petugas pun langsung sigap dengan membuat beberapa barisan pertahanan di depan jalan. Pelaku yang sudah dikurung sedemikian rupa akhirnya diperiksa oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mendapati belasan paket ganja siap edar dari tas yang dipakai oleh pelaku. Melihat banyak barang ilegal tersebut, petugas pun langsung memeriksa keseluruhan tubuh pelaku berikut kendaraan yang dipakainya. Dari bawah jok motornya pun juga didapati beberapa paket ganja yang diselipkan di bawah pinggir jok motor. Pelaku yang melihat barang barangnya disita petugas akhirnya harus pasrah dirinya digiring petugas ke kantor polisi. Polresta Depok, Kombes Dwiyono mengatakan bahwa pelaku yang masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Pskologi di salah satu universitas ternama di kota Depok terpaksa ditangkap oleh pihaknya lantaran telah membawa belasan paket ganja siap edar yang didapati pada saat Operasi Cipta Kondisi digelar pada Minggu (10/01/2016) dini hari. “Pada saat petugas memeriksa tas serta kendaraan pelaku, petugas mendapatkan 14 ampel ganja paket hemat siap edar senilai ratusan ribu rupiah yang dibawanya untuk diedarkan kembali ke lingkungan kampus. Dari hasil penyelidikan petugas, pelaku mengaku terpaksa melakukan hal tersebut lantaran terlilit hutang,” katanya, Minggu (10/01/2016). Pelaku yang saat ini berada di dalam pengawasan petugas kepolisian, masih terus diselidiki kasusnya oleh petugas. Pelaku dijerat oleh pasal mengenai narkoba dengan ancaman hukuman penjara paling sedikit 15 tahun.(HD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *