SHARE

METROPOLITAN.ID – Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya aku merasa sial karena kecelakaan itu dan harus mengganti rugi yang tidak sedikit, justru kesialan itu memberikan aku jodoh. Sebut saja namaku Rudi. Suatu hari, aku tak sengaja menabrak seorang polisi sepulang kuliah. Tak kusangka motor bututku bisa merusak motornya yang bernilai puluhan juta.Setiap mengendarai motor, aku selalu hati-hati dan berdoa.Tapi, kalau sudah apes apa mau dikata. Inilah yang dinamakan takdir, meski sudah berhati-hati tetap saja terjadi.Aku dan motorku terjungkir. Masih beruntung tidak terlalu parah, hanya jidatku cukup banyak mengeluarkan darah. Tanganku juga terkilir, lengkap dengan luka lecet di hampir seluruh tubuh.Akibat kejadian itu aku terpaksa bermalam di rumah sakit selama tiga hari. Sementara, polisi yang kutabrak tak separah aku, hanya motornya saja yang rusak parah. Sempat nyaliku ciut saat teman-temannya dan orang-orang mengerumuniku. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) teman-temannya marah-marah dan bersikap agak keras padaku, namun polisi kutabrak itu justru minta teman-temannya bersikap baik dan sabar padaku.“Sudah, nggak apa-apa. Namanya juga nggak sengaja, nggak ada istilah orang mau nabrak atau ditabrak. Jangan kasar, aku nggak apa-apa kok. Cuma motor saja yang rusak, kan bisa diselesaikan baik-baik” ujar polisi itu sambil menenangkan teman-temannya.Aku dibuat kagum, bahkan dia berbaik hati mengantarku ke rumah sakit dan mengabari keluargaku di rumah. Selama tiga hari itu dia juga menyempatkan diri menjengukku di rumah sakit. Karena sering ketemu, kami jadi akrab.Sepulang dari rumah sakit, aku mulai disibukkan dengan ganti rugi onderdil motor senilai puluhan juta itu. Ganti rantai saja nilainya jutaan rupiah, itu pun belum spare part yang lainnya. Seluruh tabungan hasil kerja sampinganku nyaris ludes. Tapi, aku memang harus bertanggungjawab. Aku tak mau menyusahkan orang tua soal ganti rugi, hingga aku bilang pada polisi yang kutabrak itu bahwa aku hanya bisa mencicil sedikit demi sedikit. (*/feb/run)

Seperti yang dikisahkan
Rudi pada kisah muslim

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY