Bikin Macet, PKL Dewi Sartika dan Sawojajar Ditertibkan

by -2 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Ratusan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor kemarin kembali menertibkan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika dan Sawojajar. Dalam penertiban itu, sedikitnya 100 anggota Satpol PP membersihkan PKL yang berjualan di pinggir  jalan.
Kepala Satpol PP Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, tidak ada perlawanan dari PKL ketika Satpol PP melakukan penertiban. Mereka nampak pasrah ketika personel Satpol PP mengangkut barang-barang milik mereka. “Penertiban tersebut menindaklanjuti keresahan dari masyarakat lantaran PKL mengambil lahan trotoar milik pejalan kaki,” ujar Eko kepada Metropolitan, kemarin.
Satpol PP Kota Bogor juga telah menyiapkan empat truk untuk mengangkut barang-barang PKL yang berjualan di trotoar tersebut. Bahkan karena banyaknya PKL yang berjualan di trotoar, truk yang dibawa Satpol PP tidak mencukupi untuk membawa dagangan milik PKL itu. “Ini mobil kita sampai penuh, karena PKL-nya banyak sekali,” terangnya.
Menurut dia, kawasan tersebut sudah menjadi langganan PKL. Bahkan, Satpol PP sudah berulangkali menertibkan PKL di lokasi tersebut. “Meski tak tersedia lahan relokasi, Satpol PP tetap melakukan pembersihan untuk merealisasikan Perda  Nomor 08 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum,” paparnya.
Setelah melakukan negosiasi dengan PKL, kata Eko, PKL tersebut akhirnya mau direlokasi ke pasar. Namun dengan harga kios yang murah dan terjangkau.
“Saya sudah tanya kepada PKL, asal diberikan sewa murah pasti mereka mau masuk ke dalam. Jadi, tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan,” katanya.
Sementara itu, seorang PKL, Abdul Azis (34), menyesalkan adanya penertiban yang dilakukan Satpol PP. Sebab, dengan ditertibkan dagangan miliknya, ia tidak bisa mencari nafkah bagi anak dan istrinya. “Kita bingung mau cari uang gimana, barang dagangannya disita semua,” tuturnya.
Warga Kelurahan Panaragan  itu menginginkan para PKL diakomodasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar bisa berjualan dengan rapi. “Kita juga pengen punya kios, tetapi dengan harga murah,” jelasnya.  (mam/b/ram/py)

Loading...