SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Memburu pengedar narkoba di Kabupaten Bogor menjadi salah satu tugas Kepolisian Resor (Polres) Bogor. Selain polisi, tugas berat itu juga diemban Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor. Selama periode 2015, sudah lima bandar narkoba yang diringkus.
“Sebenarnya lima bandar itu, yakni tiga ditangkap di kota dan dua di Kabupaten Bogor,” kata Kepala BNN Kabupaten Bogor Nugraha Setya Budi, belum lama ini. Menurut Budi, tugas BNN Kabupaten Bogor tak hanya mencari dan merehabilitasi penyalahgunaan narkoba, tapi juga memantau pergerakan sang bandar. Sebab, di kabupaten kasus peredaran narkoba lebih dominan ditujukan kepada bandar dan jaringannya.
Ia juga memprioritaskan pencegahan narkoba dengan mencokok para bandar. “Bandar menjadi sasaran utama kami. Terutama bandar ganja dan sabu,” jelasnya.
Ia menambahkan, wilayah Kabupaten Bogor memang menjadi sarang para bandar. Melalui kaki tangan dan jaringan ini, barang haram tersebut akhirnya beredar dan bisa dikonsumsi pengguna.
”Kami terus berupaya memetakan semua tempat rawan peredaran narkoba di Kabupaten Bogor. Wilayah perbarasan pun kita perketat. Selain itu, kampus dan sejumlah tempat hiburan malam,” bebernya.
Ia membeberkan, modus pengedar narkoba mengemas barang haram itu biasanya dalam bentuk kemasan makanan, minuman, bahan pokok atau lainnya. “Mereka lebih pintar, kami harus teliti dan hati-hati,” bebernya.
Sebelumnya diberitakan, jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Polsek) Rumpin membekuk dua pelaku pengedar narkotika jenis sabu yang selama ini beroperasi di wilayah Rumpin dan sekitarnya. Operasi tersebut dipimpin Kapolsek Rumpin Kompol Parmin dan kanit reskrim beserta empat anggotanya.
“Penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda. Tersangka pertama bernama Topik Syahyudi (31), pekerjaan swasta, warga Kampung Cihelang, Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang,” ujar Parmin kepada Metropolitan, belum lama ini. (rez/b/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY