SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Belum adanya aturan tentang ketinggian maksimal bangunan di Kota Bogor, dimanfaatkan sejumlah pengembang apartemen dan hotel dalam berlomba-lomba membuat gedung pencakar langit. Alhasil, puluhan bangunan yang direncanakan bakal dibangun di Kota Hujan ini, empat di antaranya sudah mulai menembus awan dengan ketinggian bangunan 20 hingga 25 lantai. Di antaranya yakni Gardenia Apartment Bogor I (25 lantai), Gardenia Apartment Bogor II (25 lantai), Botanical Residence sekarang B-Residence (20 lantai) dan Salak Tower Hotel (20 lantai).
Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan pada Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor Sonny Rijadi mengatakan, memang untuk tinggi bangunan di Kota Bogor belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya. Hanya saja dalam tinggi bangunan tersebut harus mempertimbangkan daya dukung bangunan di sekitar seperti area parkir, sanitasi serta Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). “Di dalam perda hanya mengatakan seperti itu, belum mengatur secara rinci tinggi bangunan,” ujar Sonny kepada Metropolitan, belum lama ini.
Baru tahun ini, DPRD Kota Bogor akan membahas Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Menurut Sonny, dalam pembahasan Perda RDTR hal-hal teknis nantinya akan ikut dibahas seperti tinggi bangunan, koefisiensi dasar bangunan serta beberapa yang lainnya. Hal ini bertujuan agar bangunan yang ada di Kota Bogor mempunyai standarisasi bangunan yang jelas.
Selain membahas Perda RDTR, pihaknya pun mengusulkan untuk membahas revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Nantinya dalam perda itu akan menetapkan zonasi-zonasi untuk jenis bangunan yang ada di Kota Bogor seperti wilayah Sukaresmi dan Rancamaya yang akan dijadikan wilayah bangunan vertikal serta beberapa wilayah lainnya yang akan dibangun zona ekonomi baru. “Jika dalam Perda RTRW lebih umum, tetapi untuk detail bangunannya ada di Perda RDTR,” paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi membenarkan jika Kota Bogor saat ini tak mempunyai aturan jelas untuk pembangunan sebuah gedung yang tinggi. Sebab menurut dia, Pemkot Bogor harus mendapat rekomendasi dari Landasan Udara Atang Sendjaja untuk tinggi bangunan. “Ada di perda 8/2011 pasal 74, bahwa ketinggian bangunan harus memperhatikan KKOP Lanud Ats, yang artinya untuk ketinggian bangunan harus mendapat rekomendasi Lanud Ats,” katanya.
Ia juga menegaskan, banyak bangunan yang tinggi di Kota Bogor, lantaran belum diatur secara rinci terkait tinggi bangunan. Menurut dia, DPRD akan segara membahas Raperda RDTR dalam waktu dekat karena untuk menyeragamkan tinggi bangunan yang ada. “Kita akan segera bahas karena RDTR pun sudah masuk ke dalam Prolegda tahun ini,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY