SHARE

METROPOLITAN.ID – Pascateror berdarah yang terjadi di Sarinah Jakarta, Polres Bogor langsung meningkatkan kesiap-siagaan personel. Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto kemarin melakukan peninjauan ke sejumlah mal yang menurut kabar menjadi target teror pihak tak bertanggung jawab.
Didampingi Kabag Ops Kompol Mujianto beserta anggota, Suyudi melakukan pengecekan di Cibinong City Mall dan Bellnova Sentul. Suyudi pun meminta anggotanya melaksanakan pengamanan bekerja sama dengan sekuriti mal. Hal itu dilakukan demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada   pengunjung dan masyarakat.
Selain mal, objek vital lainnya seperti kantor pemerintahan, mapolres, mapolsek dan tempat ibadah menjadi fokus pengamanan Polres Bogor. Bekerjasama dengan unsur TNI, diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif di wilayah Kabupaten Bogor.
“Polri melakukan pengaman berkoordinasi dengan TNI, rencananya ada tambahan satu kompi Brimob Polda Jabar yang ikut mengamankan Kabupaten Bogor,” kata Suyudi, kemarin. Selain itu, Suyudi juga meminta setiap personel melakukan patroli dan cipta kondisi. Terlebih, di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.
“Kami sudah memerintahkan hingga ke polsek untuk meningkatkan kesiagaan, melakukan patroli dan menjaga tempat yang menjadi pusat aktivitas warga,” akunya.
Suyudi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika berada di pusat perbelanjaan dan tempat sejenisnya. Ia meminta masyarakat turut serta memberikan informasi jika ada hal mencurigakan.
Di Kota Bogor, jajaran Polres Bogor Kota melakukan razia kendaraan untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Kota Bogor.
Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra mengatakan, satu jam setelah peristiwa itu pihaknya langsung menetapkan siaga satu, bahkan meminta semua anggota polisi yang ada di Kota Bogor siaga di markasnya masing-masing serta melakukan pengamanan di tempat objek vital.
Andi kemudian melakukan pengecekan kepada tempat vital seperti Istana Bogor, Tugu Kujang dan Botani Square. Bahkan sejumlah pengunjung yang berada dalam Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor diberi peringatan untuk keluar. “Kita sudah melakukan pengecekan beberapa objek vital,” terangnya.
Untuk mengantispasi masuknya teroris di beberapa wilayah di Kota Bogor, Andi menerjunkan sejumlah anggota untuk melakukan razia kendaraan. “Anggota langsung menggelar operasi, di setiap wilayah perbatasan kota dan kabupaten,” paparnya.
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, isu yang menyebutkan Kota Bogor menjadi salah satu sasaran ledakan jangan dibesar-besarkan, karena itu merupakan ulah orang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Itu kan perbuatan orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dan orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Muhammad Albar mengatakan, pihaknya menerjunkan sejumlah anggota untuk melakukan pemantauan, terlebih Kota Bogor lokasinya tak jauh dengan ibukota.

SIAGA SATU
Polri menyatakan status siaga satu di seluruh Indonesia. Siaga satu ini masih ada kaitannya dengan peristiwa teror di Sarinah yang mengakibatkan puluhan korban berjatuhan baik dari polri, warga sipil maupun warga negara asing.
”Kami tetapkan siaga satu karena persebaran jaringan terorisme itu ada di seluruh Indonesia. Kami tidak bisa prediksi ke mana kelompok pelaku lari. Tempat persembunyian itu tidak hanya di Jawa tapi di seluruh Indonesia,” kata Kepala Divinis Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan, tadi malam.
Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan keadaan sudah terkendali pascaserangan teroris di kawasan Sarinah dan Jalan MH Thamrin.
Presiden pun mengecam keras aksi teror dan menginstruksikan aparat penegak hukum cepat menemukan jaringan pelaku teror tersebut. ”Presiden minta supaya cepat dikejar, ditangkap dan dibuka sebisa mungkin,” kata Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan.(fin/mam/c/de/er/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY