SHARE

METROPOLITAN.ID – Pergantian hari, bulan dan tahun seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk menghitung-hitung seberapa banyak bekal yang sudah kita siapkan, membuat kita semakin menunduk takut di hadapan Sang Penguasa waktu yang semakin mendekatkan kita ke padang kematian.
Tapi, pergantian tahun, khususnya tahun baru Masehi selalu diisi dengan kegiatan gegap gempita, ribut suara terompet, dentuman petasan dan kembang api, kadang kala diisi dengan pesta minum-minuman keras dan zina.
Mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya, hanya menjadi ajang berbuat dosa serta menghambur-hamburkan uang. Yang pasti, perayaan malam tahun baru tidak ada tuntunannya dalam Islam. “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan,” (QS al Isro: 26-27).
Rasulullah SAW bersabda, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk bersenang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik, yaitu hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR An-Nasaai).
Simak dan taatilah nasihat Rasulullah SAW yang melarang umatnya meniup terompet karena itu tradisinya orang-orang Yahudi. (HR Abu Daud). (rep/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY