SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pendaftaran calon Direksi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor masih saja sepi peminat. Kemarin setelah hari kedua dibukanya pendaftaran, belum ada satu pun calon yang mendaftarkan diri sebagai bos bus TransPakuan itu.
Karena sepinya peminat, para panitia atau pegawai penerima pendaftaran pun tak berada di tempat. Mereka lebih memilih mendatangi rapat mengenai pembahasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Hotel Padjadjaran Suites. Sehingga, meja pendaftaran yang dibuka di Kantor Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Bogor sepi dan sunyi.
Kepala BKPP Kota Bogor Dwi Roman Pujo menyatakan, memasuki hari kedua proses pendaftaran berlangsung, belum ada pelamar yang datang baik hanya sekadar mempertanyakan proses pendaftaran maupun menyerahkan data secara administrasi untuk mencalonkan sebagai calon direksi. “Sepi peminatnya karena pemilihan direksi hanya satu khusus Direktur PDJT. Atau mungkin para calon masih mempersiapkan data administrasi. Karena proses pendaftaran masih cukup lama hingga 16 Januari mendatang,” ujar Dwi kepada Metropolitan.
Jika selama proses pendaftaran sejak 12 hingga 16 Januari tak ada satu pun calon yang mendaftarkan diri, maka BKPP Kota Bogor akan memperpanjang waktu pendaftaran yakni menambah waktunya selama tiga hari kerja. “Kita masih tunggu ada yang mendaftar, tetapi dipersiapkan tambahan waktu jika masih belum ada calon Direktur PDJT yang datang untuk mendaftarkan diri. Kita juga sudah menyampaikan syarat-syarat pendaftaran dengan mengeksposnya di media massa,” terangnya.
Dwi menambahkan, proses pendaftaran itu pun akan dilakukan uji administrasi kepada calon Direktur tunggal PDJT tersebut. “Kita akan lihat mulai data administrasinya, jika mereka sesuai persyaratan dan melengkapinya maka bisa lolos. Kemudian melanjutkannya ke tahapan fit and proper test,” paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Mardinus menjelaskan, Direkur PDJT yang baru nantinya harus bisa membawa perubahan bagi BUMD milik Pemkot Bogor itu. Orang yang nantinya menjadi direktur PDJT pun harus visioner dan bisa membuat PDJT ke arah lebih baik. “Kalau PDJT tidak dipimpin orang yang ahli, maka diprediksikan PDJT tidak akan mengalami perubahan. Namun jika orang ahli yang memimpinnya pasti akan maju BUMD tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Pengawas PDJT Kota Bogor Tri Irijanto mengungkapkan, pihaknya hanya merekomendasikan pemilihan satu direksi saja dengan alasan anggaran tak mencukupi untuk menggaji tiga direksi. Terlebih, PDJT sedang mengalami kesulitan keuangan bahkan bisa dikatakan sedang merugi. “Satu direksi tunggal tetap akan dibantu tiga koordinator untuk mengoprasionalkan PDJT serta mengembangkan usaha di bidang lainnya. Jika perusahaan berkembang, kita tinggal merekomendasikan untuk penambahan direksi,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY