News, Sport and Lifestyle

BSD di Tengah Kecenderungan Perbaikan Ekonomi

METROPOLITAN.ID | Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berpeluang menjadi pengembang properti yang paling diuntungkan atas ekspektasi perbaikan ekonomi nasional tahun ini. Peluang tersebut didukung atas besarnya ketersediaan cadangan lahan yang tersebar di sejumlah daerah.

Analis CIMB Securities Jovent Giovanny dan Timothy Handerson menyebutkan, pertumbuhan BSD akan datang dari penjualan lahan komersial, menyusul permintaan lahan ini diharapkan mendominasi dalam industri properti tahun ini. “Seiring dengan ekspektasi peningkatan aktivitas perekonomian nasional, penjualan lahan komersial akan bertumbuh tahun ini. Kenaikan ini ditopang atas ekspektasi lonjakan investasi ,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Selain fakta tersebut, dia menjelaskan, keputusan menunda pembangunan proyek apartemen di Jakarta Barat dan Selatan menjadi tahun ini akan membuahkan hasil positif bagi perseroan. Penundaan tersebut membuat hanya satu proyek gedung bertingkat yang diluncurkan tahun lalu, yaitu apartemen The Element.

“Kami memperkirakan peluncuran proyek apartemen tahun ini akan menghasilkan pendapatan lebih baik dari perkiraan semula. Hal ini ditopang atas ekspektasi stabilnya nilai tukar rupiah dan pelaksanaan amnesti pajak,” terangnya.

Berdasarkan neraca keuangan, dia menejlaskan, perseroan masih tetap kuat dengan rasio utang di bawah pengembang besar di Tanah Air, meskipun perseroan mencatatkan total utang Rp 7,8 triliun hingga kuartal III-2015. BSD masih memiliki posisi kas bersih yang belum digunakan dalam bentuk denominasi US$. Jika seluruh pinjaman yang sudah ditangan ini dimanfaatkan, rasio utang perseroan hanya meningkat menjadi 21% atau terpaut jauh dari pengembang lainnya berkisar 30-40%.

Berbagai faktor tersebut diharapkan mendukung peluang pertumbuhan penjualan unit properti (marketing sales) BSD berkisar 8% tahun ini dan kembali naik menjadi 15% tahun depan. Perseroan memperkirakan kenaikan pendapatan menjadi Rp 7,74 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 6,72 triliun. Laba bersih diharapkan meningkat dari perkiraan Rp 2,44 triliun menjadi Rp 2,63 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong CIMB Securities untuk mempertahankan rekomendasi add saham BSDE dengan target harga Rp 2.200. Target harga ini merefleksikan diskon sekitar 57% terhadap perkiraan nilai aset bersih (NAV) dan PE tahun ini sekitar 12 kali.(Bs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *