SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Setelah meneken nota kerjasama pada Agustus tahun lalu, sinergi empat bank pelat merah dalam pembayaran jasa jalan tol di Jakarta bakal segera terealisasi.

Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Asmawi Syam mengatakan implementasi sinergi pembayaran dengan uang elektronik tersebut siap dibuka di lima ruas tol di Jakarta bulan depan.

“Sudah ada di beberapa ruas, lima ruas di akhir Februari atau awal Maret kalau tidak salah. Salah satunya JORR ,” kata Asmawi Syam di Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Asmawi menambahkan kelima ruas tol ini merupakan yang terbesar di Jakarta. Bahkan, jumlah pintu tol di lima ruas tersebut mencapai hingga 50% dari total pintu tol di Jakarta.

Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ini optimistis akhir tahun 2016 implementasi sinergi tersebut dapat segera rampung untuk seluruh ruas tol di Jakarta, baik yang dikelola perusahaan BUMN maupun swasta. Road map-nya itu akhir tahun ini, itu dibuat kajian juga. Itu banyak pintu, saya tidak hafal jumlahnya, ujar Asmawi.

Selama ini, pembayaran jasa jalan tol memang hanya dibuka melalui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan sinergi tersebut, uang elektronik milik ketiga bank BUMN lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., juga dapat digunakan untuk pembayaran jasa tol.

Menurut Asmawi, proses pengintegrasian ini memang membutuhkan waktu mengingat jumlah ruas jalan tol berikut dengan pintunya sangat banyak. Apalagi, pengelola masing-masing ruas pun berbeda.

Dengan demikian, lanjut Asmawi, bank-bank BUMN ini harus melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan masing-masing pengelola tol. Setelah penandatanganan dilakukan, setiap mesin pembaca kartu pun perlu dikembangkan agar dapat digunakan untuk membaca kartu milik bank lainnya.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan sinergi pembayaran jasa jalan tol dengan bank-bank BUMN ini bakal dilakukan secara bertahap. Saat ini, perseroan masih melakukan pengembangan aplikasi dan back office agar dapat digunakan oleh seluruh uang elektronik milik tiga bank BUMN lainnya.

“Jadi tidak ada application sama back office yang baru, itu using yang sudah dipakai Mandiri selama ini.”(bisnis.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY