News, Sport and Lifestyle

Buronan Rampok Warung Kelontong Diringkus

METROPOLITAN.ID | GUNUNGSINDUR – Kasus pencurian dengan kekerasan di sebuah toko kelontong, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Juli 2015 silam, akhirnya berhasil diungkap jajaran unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gunungsindur. Kasus ini terungkap saat pelaku sekaligus otak pencurian bernama AHL alias Alan yang sempat buron, berhasil diringkus.
“Saat kejadian, ada saksi melihat aksi pelaku namun berhasil melarikan diri. Baru pada hari Senin (18/1), keberadaan tersangka diketahui dan berasil ditangkap,” ujar Kompol Agus Suyandi kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menjelaskan, ada dua pelaku lainnya yang berhasil diamankan yakni PDN, warga Desa Pengasinan dan ARM alias Ebet, warga Desa Rawakalong. “Saat dilakukan pemeriksaan lanjutan, Alan dan dua tersangka lainnya juga telah mencuri motor R2,” tuturnya.
Sesuai pengakuan tersangka, pihaknya langsung melakukan pengecekan dan berhasil meringkus dua pelaku di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda.
“Tersangka Alan ini adalah residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 30 unit motor yang baru satu tahun keluar dari penjara,” katanya.
Hal senada dikatakan Kanit Reskrim Polsek Gunungsindur AKP Budi Santoso. Ia menambahkan, tersangka AHL alias Alan selain melakukan pencurian dengan dua tersangka yang sudah ditangkap, juga melibatkan satu tersangka lainnya, HD alias Bandrek yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Gunungsindur.
“HD alias Bandrek berperan sebagai pembawa motor curian. Sedangkan Alan menerima uang dari hasil penjualan motor curian tersebut,“ jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah  mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Force One warna putih dengan Nopol B 4431 LO.
“Kasus ini masih dikembangkan. Para pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (sir/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *